IPM Kota Semarang Sudah Salip Salatiga dan Surakarta

Maret 23, 2018
Belum ada gambar

SEMARANG, RAKYATJATENG – Kota Semarang dulu kerap dicap sebagai kota yang kemajuannya tertinggal dibanding daerah-daerah lain. Hal ini tergambar dari capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Semarang yang rendah.Bahkan sebagai ibu kota provinsi Jateng ini, menurut catatan Badan Pusat Statistik, IPM Kota Semarang pada tahun 2010 yang sebesar 76,96 jauh lebih rendah dibanding kota-kota lain di Jateng, sebut saja Kota Surakarta dengan IPM sebesar 77,45 atau Kota Salatiga dengan IPM sebesar 78,35.Rendahnya angka IPM tersebut tentu saja menjadi sebuah hal yang memprihatinkan, apalagi jika menilik Indeks Pembangunan Manusia merupakan representasi kesejahteraan masyarakat dalam suatu daerah karena terdiri dari komponen pendidikan, kesehatan, ekonomis, sosial, dan lainnya.Namun capaian buruk tersebut kini tinggal kenangan, setelah Kota Semarang berhasil menjelma sebagai daerah dengan Indeks Pembangunan Manusia tertinggi di Jateng, menyalip Salatiga dan Surakarta. Dalam rilis BPS disebutkan, Indeks Pembangunan Manusia Kota Semarang pada tahun 2016 tercatat 81.19, lebih tinggi dari Salatiga dengan IPM 81.14 atau Surakarta dengan IPM 80.76.Tak hanya di Jateng, dalam lingkup nasional, IPM Kota Semarang juga lebih tinggi dibanding kota-kota besar lainnya. “Tercatat pada tahun 2011, IPM Kota Semarang hanya sebesar 77.58, jauh di bawah IPM Kota Surabaya yang sebesar 77.62, dan Bandung dengan 78.12. Namun itu dulu, saat ini IPM kita sudah jauh lebih tinggi dari yang lainnya, yang berarti ada sebuah lompatan peningkatan kesejahteraan masyarakat Kota Semarang,” kata Walikota Semarang Hendrar Prihadi.Dirinya menegaskan, masih dalam catata BPS, IPM Kota Semarang tahun 2016 yang sebesar 81.19 tersebut juga sudah lebih tinggi dibandingkan IPM Kota Surabaya dengan 80.83, atau bahkan Bandung yang hanya sebesar 80.13.

Komentar

VIDEO TERKINI