2 Cawali Kota Malang Jadi Tersangka, KPU: 27 Juni Tetap Coblosan

Maret 23, 2018
Belum ada gambar

MALANG, RAKYATJATENG – Dua Calon Walikota (Cawali) Malang menjadi tersangka kasus dugaan suap pembahasan APBD Perubahan Kota Malang Tahun Anggaran 2015. Kendati demikian, proses Pemilihan Walikota Malang 2018 tetap akan berjalan.Ketua KPU Kota Malang Zaenudin mengatakan, persoalan status tersangka atau terdakwa yang melekat pada dua calon tidak akan mempengaruhi proses pencalonan. “Selama belum ada putusan hukum yang sifatnya final atau inkrah, tidak berpengaruh. Tahapan tetap berjalan sesuai dengan apa yang sudah ditetapkan, dan 27 Juni 2018 tetap coblosan,” ujar Zaenudin, Jumat (23/3).Zaenudin menekankan, proses penggantian pasangan calon sudah diatur dalam Peraturan KPU (PKPU). “Pasangan calon boleh diganti paling lambat tiga puluh hari sebelum coblosan. Syaratnya, calon tersebut tidak penuhi syarat,” tegasnya.Proses penyidikan yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait diharapkan tidak berpengaruh pada tingkat partisipasi pemilih dalam Pilwali Kota Malang 2018. KPU Kota Malang sendiri menargetkan tingkat partisipan sebesar 70 persen.Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Malang Indri Ardoyo menambahkan, pihaknya akan terus berupaya memberikan sosialisasi guna meningkatkan partisipasi pemilih.”Terkait permasalahan hukum yang dihadapi calon, kami coba mengabaikan itu. Kami akan terus berupaya meningkatkan kesadaran politik masyarakat untuk berparitispasi menyampaikan hak pilihnya,” ujar Indri.Indri mengimbau masyarakat untuk tidak golput dalam pilkada. Partisipasi pemilih pada Pilkada 2013 sebesar 64,74 persen. Angka itu menurun dibandingkan partisipasi pemilih dalam Pilkada 2008 sebanyak 70,30 persen. (JPC)

Komentar

VIDEO TERKINI