Tugas Utama Anggota Dharma Pertiwi Memberi Dorongan Moril kepada Suami sebagai Prajurit dalam Bertugas

Maret 22, 2018

SEMARANG, RAKYATJATENG – Pengurus Dharma Pertiwi Daerah menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) tahun 2018 di Aula Persit Kartika Chandra Kirana Kodam IV/Diponegoro Semarang, Rabu (21/3).Dalam sambutannya, Ketua Dharma Pertiwi Daerah D Ny. Iir Wuryanto mengingatkan bahwa tugas utama anggota Dharma Pertiwi adalah memberikan dorongan moril kepada suami sebagai prajurit dalam menjalankan tugas.Dikatakan bahwa, di pundak ibu-ibu tidak terdapat pangkat, sehingga tak seorangpun dapat menerapkan hubungan atasan dan bawahan dalam kehidupan organisasi Dharma Pertiwi. Oleh karena itu para pengurus harus pandai-pandai menerapkan seni kepemimpinan yang dilandasi oleh kearifan, kesabaran dan ketekunan.”Upayakan agar ibu-ibu mampu mengajak dan menumbuhkan kesadaran dan keikhlasan kepada anggota sehingga tumbuh kesatupaduan dalam melaksanakan setiap kegiatan yang diprogramkan oleh organisasi,” kata Ny Iir Wuryanto.Disatu sisi, kata dia, tugas di lingkungan masyarakat agar disadari sebagai wujud keterikatan dan kemanunggalan anggota Dharma Pertiwi dengan lingkungan masyarakatnya.Pengalaman yang diperoleh dari pembinaan kehidupan keluarga dan organisasi Dharma Pertiwi hendaknya ditularkan kepada masyarakat, sekaligus mencari pengalaman untuk dapat meningkatkan kualitas kegiatan kita, baik dalam lingkup keluarga maupun organisasi Dharma Pertiwi.”Sedapat-dapatnya kita mampu memberikan sumbang saran yang positif untuk kemajuan masyarakat,” pinta Ny Iir Wuryanto.Dalam upaya mewujudkan tujuan tersebut, lanjutnya, hendaknya senantiasa diterapkan asas kebersamaan, persatuan dan kesatuan, kekeluargaan serta persaudaraan yang dijiwai oleh rasa saling asah, saling asih dan saling asuh.Rasa saling asah menuntut setiap anggota Dharma Pertiwi untuk saling memberikan kelebihan yang dimilikinya, baik pengalaman, ilmu pengetahuan, ketrampilan dan wawasannya kepada sesama anggota yang lain.”Rasa saling asih menuntut kita semua untuk saling sayang-menyayangi sebagai satu keluarga besar istri prajurit TNI. Rasa saling asuh mengandung makna untuk saling mengingatkan, menasehati dan saling menghormati, sesuai dengan yang telah digariskan oleh organisasi serta berada pada jalan yang benar dan diridhoi oleh Allah,” ujar Ny Iir Wuryanto

Komentar