Bertemu Calon Wagub Taj Yasin, Petani Purbalingga Wadul Soal Tenaga Tanam dan Bibit

Maret 22, 2018
Belum ada gambar

PURBALINGGA, RAKYATJATENG – Kunjungan calon wakil Gubenur Jateng Taj Yasin ke Pondok Pesantren Sunan Gringsing, Kabupaten Purbalingga dimanfaatkan para petani untuk menyampaikan kondisi yang dialami.Salah satunya adalah Samian, petani asal Desa Gemuruh, Kecamatan Padamara, Kabupaten Purbalingga.Anggota kelompok tani Mugi Rahayu 3 itu wadul (mengadu) tentang Kartu Tani dan sulitnya mencari tenaga tanam akhir-akhir ini.”Kalau untuk petani, biasanya menabung dulu baru mendapat pupuk. Kerepotannya di situ, kalau dulu ada uang dapat pupuk,” katanya, Rabu (21/3). Keberadaan Kartu Tani, lanjutnya, menjamin petani mendapat pupuk.Saat ini yang menjadi permasalahan adalah susahnya mencari tenaga kerja tanam dan mencari bibit.”Tenaga kerja tanam jumlahnya makin menurun. Di wilayah Gemuruh, baiknya bagaimana, diberi mesin tanam atau ada solusi lainnya,” tanya Samian.Menanggapi hal tersebut, Taj Yasin menegaskan Kementerian Pertanian hingga saat ini tidak mencabut subsidi bibit.”Dengan adanya laporan ini, justru menjadi pertanyaan kenapa bibit susah dicari? Nanti kita periksa akar masalahnya,” terangnya.Ia mengatakan, pada masa mendatang, permasalahan bibit subsidi juga akan masuk Kartu Tani. Diakuinya, belum semua permasalahan pertanian sudah ditampung Kartu Tani.”Permasalahan subsidi seperti gas melon, mestinya untuk orang yang membutuhkan. Nanti ini diatur di Kartu Tani sesuai kebutuhan petani, seperti pupuk atau bibit,” katanya.Pasangan Ganjar Pranowo itu juga menyinggung tren masyarakat Jateng yang meninggalkan pertanian. Ia menuturkan pemerintah akan mendorong masyarakat Jateng kembali ke habitatnya dan menjamin pertanian.”Bahkan sekarang buruh tani lebih mahal dari buruh bangunan,” tambahnya.Taj Yasin menuturkan pada 2016 Pemerintah Provinsi Jateng sudah punya Perda Pertanian tentang jaminan pemerintah membeli hasil panen dan asuransi petani.

Komentar

VIDEO TERKINI