Sindikat Order Fiktif Taksi Online di Jateng Diduga Terorganisir

Maret 19, 2018

SEMARANG, RAKYATJATENG -Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah berhasil mengungkap sindikat pengemudi taksi daring yang menggunakan modus order fiktif.Dalam aksinya, para pelaku memanipulasi aplikasi pemesanan untuk memperoleh keuntungan dari praktik ilegal tersebut. Polisi pun menduga mereka merupakan sindikat yang terorganisir.Kasubdit II Ekonomi Khusus Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Tengah AKBP Teddy Fanani mengatakan, bahwa kasus ini terungkap berkat laporan dari pihak Grab yang mengaku merasa dirugikan.Dalam kasus ini polisi menangkap 7 orang driver di daerah Kabupaten Pemalang dan seorang hacker yang diamankan di Kota Semarang berinisial TN. Kedelapan orang itu telah ditetapkan sebagai tersangka. Selain itu, polisi juga mengamankan 213 telepon seluler yang diduga digunakan untuk menjalankan aksinya.“Tujuh pengemudi ini beroperasi di Pemalang dan ditangkap oleh petugas Polres setempat (Polres Pemalang),” katanya saat gelar kasus di Kantor Ditreskrimsus, Jalan Sukun Raya Banyumanik, Semarang, Senin (19/3).Setelah melakukan pemeriksaan, AKBP Tedy menduga sindikat ini terorganisir. Alasannya, dari KTP yang dimiliki 7 driver itu, ternyata mereka bukan dari Pemalang, tapi umumnya dari Jakarta. Mereka yang sudah berkeluarga pun keluarganya tidak ada di Pemalang.“Jadi sepertinya memang sudah modus betul, sudah niat betul datang ke Pemalang menyebarkan semuanya di daerah Pemalang dan sekitarnya. Kemungkinan masih ada banyak yang seperti ini. Kita mohon bantuan jika ada untuk dilaporkan,” tuturnya.Sementara untuk tersangka TN sebagai teknisi sekaligus hacker yang menjual jasa memanipulasi aplikasi, kata dia, menjual Rp 250 ribu sampai Rp 300 ribu per aplikasi.Namun, menurut dia, tersangka biasa menjual satu paket telepon seluler sekaligus berisi aplikasi yang sudah dimanipulasi dengan harga bervariasi. Mulai harga Rp2 juta, Rp2,5 juta, hingga Rp3 juta.

Komentar