Terkena Proyek Tembok Penahan Banjir, Puluhan Makam di Purworejo Dipindah

Maret 16, 2018
Belum ada gambar

PURWOREJO, RAKYATJATENG – Sebanyak 84 makam di Purworejo, Jawa Tengah dipindahkan. Pemindahan makam di pinggiran Sungai Bogowonto tersebut dikarenakan area makam terkena proyek parapet atau pembuatan tembok penahan banjir.Sedikitnya 68 makam yang terletak pemakaman Rawong dan 16 makam di pemakaman Kendal, Desa Purwodadi, Kecamatan Purwodadi dipindahkan. Makam dipindahkan karena terkena proyek pembangunan parapet untuk menahan banjir. Sesuai rencana, pemindahan makam akan dilaksanakan selama satu minggu.”Totalnya ada 84 makam yang nantinya dipindahkan karena terkena proyek tersebut. Tapi pemindahan masih di area makam yang sama hanya dipindah ke tempat kosong yang jauh dari parapet,” ucap Kepala Desa Purwodadi, Sarwanto (39) di lokasi, Jumat (16/3).Sebelum makam dibongkar dan dipindahkan, doa bersama pun digelar demi keselamatan bersama. Tembok penahan banjir di Desa Purwodadi tersebut, nantinya akan memiliki panjang sekitar 1,7 km. Warga pun bahu membahu membongkar dan memindahkan puluhan makam yang terkena proyek tersebut.”Ya doa bersama dulu tentunya. Panjangnya nanti sekitar 1,7 km,” lanjutnya.Proyek yang dilaksanakan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Serayu Opak itu ditargetkan selesai pada Agustus 2018 nanti. Meski tak sedikit makam yang dipindahkan, namun warga dan pihak ahli waris tetap menerima tanpa ada yang menolak pembangunan parapet penahan banjir tersebut.Baca juga: Ini Lokasi Penemuan Jasad Sumini yang Utuh Meski Terkubur 10 TahunSalah satu warga, Pujo Prayitno (65) yang ikut menggali 3 makam kerabatnya justru mengaku berterima kasih dengan adanya pembangunan parapet karena bisa mencegah banjir. Masyarakat pun berharap dengan dibangunnya tembok penahan banjir tersebut nantinya banjir tidak akan menghampiri desa mereka lagi ketika Sungai Bogowonto meluap.“Yang dipindah tadi almarhumah ibu saya dan keponakan ada dua. Kebetulan warga tidak ada yang menolak justru kami menerima dengan senang dan berterimakasih. Kami berharap dengan adanya tembok penahan banjir tersebut desa kami tidak banjir lagi karena kalau hujan sungai pasti meluap dan biasanya desa kami kebanjiran,” kata Pujo sembari istirahat di area pemakaman. (dtc)

Komentar

VIDEO TERKINI