Harga Elpiji Melon Tembus Rp 25 Ribu, Nih Penyebabnya

Maret 16, 2018
Belum ada gambar

REMBANG – DPRD Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, memberi batas waktu hingga April 2018 untuk pemecahan pangkalan besar. Hal itu menyikapi harga elpiji melon yang naik hingga Rp 25 ribu per tabung. Padahal sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) hanya Rp 15 ribu per tabung.Untuk memecahkan persoalan tersebut kemarin siang, Komisi B DPRD Kabupaten Rembang menggelar pertemuan dengan para agen dan perwakilan pemkab. Pertemuan itu menindaklanjuti temuan dan aduan ke komisi B terkait harga elpiji tiga kilogram yang naik tidak wajar.HET elpiji melon di tingkat pangkalan Rp 15 ribu per tabung. Namun, di lapangan harganya bisa mencapai Rp 25 ribu per tabung. Hal itu ditemukan di Desa Jolotundo, Lasem dan sekitarnya.Sekretaris Komisi B Ali Ircham mengungkapkan, untuk mengatasi tingginya harga di level konsumen, harus ada pemecahan pangkalan. Sehingga sebaran elpiji melon merata dan mengurangi distribusi lewat pengecer.Karena dalam sistem distribusi elpiji melon tak ada pengecer. Distribusi paling bawah ada di pangkalan. ”Harus ada pemecahan pangkalan. Kami deadline itu sampai April harus sudah selesai,” jelasnya.Kasubbag Administrasi Sumber Daya Alam, Bagian Administrasi Perekonomian Setda Rembang Supriyo menegaskan tak ada kelangkaan elpiji melon. Namun dia mengakui ada distribusi yang kurang merata di beberapa wilayah.Dia tak menampik ada konsumen di Kecamatan Lasem yang membeli elpiji melon hingga Rp 25 ribu per tabung. Solusinya memang harus ada pemecahan pangkalan. Terutama pangkalan dengan alokasi besar.Cara tersebut sebenarnya sudah dilaksanakan pemkab sejak tahun lalu. Namun, memang belum bisa seluruhnya. ”Pemecahan pangkalan  itu sampai sekarang juga masih terus dilaksanakan bertahap,” jelasnya. (JPR/JPC)

Komentar

VIDEO TERKINI