Survei PolMark di Pilgub Jatim: Selisih Cukup Jauh

  • Bagikan

Satu-satunya wilayah tempat Khofifah-Emil unggul hanya di Madura. Mereka memimpin dengan 57,7 persen sedangkan Gus Ipul-Mbak Puti 25,4 persen.”Yang menarik, Khofifah sebagai calon gubernur perempuan tidak lantas membuat para pemilih perempuan memfavoritkannya. Sebab, 37,5 persen pemilih perempuan justru ke Gus Ipul. Sebanyak 33,2 persen perempuan ke Khofifah,” katanya.Begitu juga para pemilih milenial. Jika rentang usia mereka diperkirakan pada range 17 tahun-30 tahun, maka Gus Ipul didukung sekitar 44-47 persen. Berbanding 25-30 persen pemilih milenial yang berkiblat ke Khofifah.Eko juga mengatakan bahwa koalisi partai tidak linier dengan perilaku pemilih. Para pemilih partai koalisi Khofifah-Emil ternyata tidak solid.Partai Nasdem, misalnya. Justru 46,7 persen pemilih Nasdem menyeberang ke Gus Ipul-Mbak Puti. Hanya 26,7 persen yang taat dengan dukungan partai.Begitu juga Partai Golkar. Sebanyak 47,5 persen mbalelo dan memilih Gus Ipul-Mbak Puti. Khofifah-Emil hanya mendapat 35 persen dukungan suara Golkar.Namun, cairnya dukungan partai-partai koalisi itu tidak diikuti oleh kaum nasionalis. Para pemilih PDI Perjuangan paling solid dukungannya. Sebanyak 75 persen pemilih partai berlambang banteng itu mendukung Gus Ipul-Mbak Puti.”Saya kira ini efek kehadiran Mbak Puti sebagai cawagub Gus Ipul. Sebab, PDI Perjuangan bisa dianggap sebagai partai yang menjadi saluran utama kaum nasionalis. Berbeda dengan kaum agama yang memiliki saluran partai berbeda-beda,” kata Eko.Hasil survei PolMark itu sejalan dengan hasil penelitian lembaga survei Kedai Kopi. Kedai Kopi menyatakan bahwa Gus Ipul-Mbak Puti untuk sementara menjadi favorit dengan 53,7 persen suara. Sementara itu, Khofifah-Emil mengikuti di bawah dengan 46,3 persen. (jpnn)

  • Bagikan