Harga Bawang Putih di Jateng Rp 39.650/Kg, KPPU: Harusnya di Bawah Rp 30.000 Per Kg

Maret 14, 2018

JAKARTA, RAKYATJATENG – Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) tengah mengawasi ketat pergerakan importasi komoditas bawang putih dari pelabuhan hingga ke tangan konsumenHal ini dilakukan sebagai upaya menjaga harga komoditas bawang putih agar tidak mengalami lonjakan pada saat puasa dan Hari Raya Idul Fitri 2018.Komisioner KPPU Chandra Setiawan pihaknya telah berkoordinasi dengan jajaran terkait mulai dari Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan, hingga pelaku usaha importir bawang putih.”KPPU berdiskusi dengan pemerintah pelaku usaha untuk membicarakan betul-betul bagaimana agar harga bawang putih ini bisa dikendalikan dalam rangka memasuki Ramadhan dan Lebaran,” ujar Chandra di Kantor Pusat KPPU, Jakarta, Selasa (13/3).Chandra mengatakan, sebagai komoditas yang mayoritas kebutuhan dalam negeri dipasok dari negara eksportir, maka harga di Indonesia akan sangat dipengaruhi dari negara asal bawang putih, salah satunya China.”Harga bawang (putih) disana (China) itu cukup murah artinya tidak sampai Rp 15.000 per kilogram, kalau tren harga (di Indonesia) sekarang kami lihat menuju mendekati Rp 30.000 per kilogram, mestinya bisa dibawah itu,” ungkapnya.Akan tetapi, pihaknya menilai perlu ada kehati-hatian bagi pemerintah dalam menjaga ketersediaan bawang putih di Indonesia.Salah satu upayanya adalah pemberian Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH) hingga Surat Persetujuan Impor (SPI) harus tepat waktu.”Pengaturan mulai dari penerbitan RIPH, SPI, sehingga importir ini bisa mengimpor dalam waktu yang tepat maka kita yakin harga bisa terkendali,” papar Chandra.Sementara itu, Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Ditjen Hortikultura Kementerian Pertanian, Prihasto Setyanto menjelaskan, pada tahun 2018 ini pihaknya telah menerbitkan Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH) komoditas bawang putih sebesar 450.000 ton.

Komentar