Yuk ke Semarang 25 Maret, Ada Kemeriahan Pawai Ogoh-ogoh

Maret 14, 2018

SEMARANG, RAKYATJATENG – Tahun ini, kembali akan digelar Karnaval Seni Budaya Lintas Agama dan Pawai Ogoh Ogoh di Kota Semarang. Ini merupakan yang ketujuh kalinya. Acara tahun ini akan digelar 25 Maret 2018, satu minggu setelah Hari Raya Nyepi.
Esensi acara ini adalah untuk meneguhkan bahwa kota Semarang merupakan kota yang kondusif, yang terdiri dari berbagai macam suku, agama, ras dan golongan. Selain itu, gawean ini diharapkan dapat menjadi naungan untuk para pelaku seni dari semua golongan di Semarang, dan untuk menjadi cermin terhadap kebhinekaan, bahwa keberagaman itu indah.
Seperti tahun sebelumnya, karnaval akan terdiri dari berbagai macam seni budaya dari semua agama yang ada di kota Semarang. Di dalam rombongan karnaval, akan gerdapat 3 macam ogoh ogoh yang akan menjadi atraksi utama yang diiringi berbagi macam pertunjukan seni budaya lintas agama.
Karnaval dimulai dari titik 0 Kota Semarang, yang akan dilepas oleh Walikota Semarang Hendrar Prihadi dan bergerak sepanjang Jalan Pemuda hingga berakhir di halaman balaikota Semarang. Selain itu, sebagai penutup acara, akan disuguhkan pagelaran drama sendratari Rahwana Galau yang dibawakan sanggar tari Saraswati.
Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan Pawai Ogoh-Ogoh ini merupakan bukti komitmen kuat Kota Semarang. Serta besarnya toleransi antar masyarakatnya. Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, pihaknya selalu mendukung upaya memajukan pariwisata di Tanah Air.
“Culture values harus ada tiap daerah. Yang juga harus penting itu harus ada economic valuesnya,” kata Menpar Arief Yahya.
Menurut Arief Yahya, budaya menjadi salah satu alasan wisatawan mau liburan ke suatu daerah. Karena itu budaya harus dilestarikan mengingat memiliki nilai ekonomis. “Ini laku dijual untuk turis mancanegara,” ungkap Arief Yahya.
Pawai Ogoh-Ogoh akan dilakukan 25 Maret nanti di Kota Semarang. “Pawai merupakan Peringatan Hari Raya Nyepi tahun baru Saka 1940 di Kota Semarang. Diselenggarakan oleh Pemkot Semarang bekerja sama dengan Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Semarang. Setiap tahun kita laksanakan. Selalu meriah dan ramai oleh wisatawan,” kata Kepala Disbudpar Kota Semarang, Masdiana Safitri. (dbs-sen/yon)

Komentar