Kecelakaan Saat Arum Jeram di Sungai Serayu, 2 Orang Tewas, 5 Luka-luka

Maret 12, 2018
Belum ada gambar

Salah seorang korban, yakni Ahmad Prihantoro berusaha menarik Kohar Mutalim ke arah utara karena sudah dekat dengan pintu bendungan Singamerta, namun mereka justru terhisap oleh pusaran arus yang deras dan masuk ke pintu air.Kohar Mutalim ditemukan di saluran irigasi Desa Singamerta dan Ahmad Prihantoro ditemukan di tepi Sungai Serayu dalam kondisi denyut nadi masih teraba sehingga mereka segera dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Hj. Anna Lasmanah Banjarnegara. Namun sesampainya di RSUD Hj. Anna Lasmanah, kedua korban dinyatakan telah meninggal dunia.Menurut Arief, kecelakaan tersebut merupakan yang pertama terjadi dalam kegiatan arung jeram di Sungai Serayu, Banjarnegara. “Kejadian ini lebih karena musibah. Teman-teman operator arung jeram telah melaksanakan SOP (Standar Operasional Prosedur) dengan benar karena SOP dalam kegiatan arung jeram sangat ketat,” katanya.Sementara dalam keterangan tertulisnya, Direktur The Pikas Adventure Resort Ahmad Fajar mengatakan dalam melaksanakan pengarungan, pihaknya telah mengacu pada standar keselamatan dan prosedur yang berlaku.”Semua personel “river guide” dan tim “rescue” yang ikut dalam pengarungan tersebut adalah personel yang sudah terlatih dan profesional,” katanya.Menurut dia, standar operasional prosedur yang dijalankan operator menempatkan keselamatan dan keamanan menjadi prioritas utama dalam setiap pengarungan.Kendati demikian, dia mengatakan pihaknya sangat menyesalkan insiden yang terjadi pada hari Minggu (11/3) di Sungai Serayu dan merupakan pertama sejak tahun 2007 yang menimbulkan korban meninggal dunia.”Kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban atas musibah yang menimpa para korban. Kejadian hari ini akan menjadi catatan penting untuk kami meningkatkan standar operasional arung jeram di Sungai Serayu agar menjadi lebih baik dan lebih aman,” katanya. (ant/yon)

Komentar

VIDEO TERKINI