Buat Sarang Burung Walet, Yusri Tewas Diterkam Harimau Sumatera

  • Bagikan

Namun, saat nama korban dipanggil, tidak ada sautan sama sekali. Setelah ketiga rekan korban berkumpul, korban tak kunjung muncul. Akhirnya, ketiganya meminta pertolongan dari warga Dusun Sinar Danau Desa Tanjung Simpang. Ketiganya pun dievakuasi oleh warga dengan menggunakan perahu kecil.”Jarak lokasi antara mereka dengan pemukiman itu jauh. Ada sekitar 20 kilometer,” tutur Iptu M Rafi.Kemudian, bersama dengan warga mereka pun berusaha mencari korban. Setelah sekitar setengah jam mencari, tepatnya sekitar pukul 19.30 WIB korban berhasil ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa. Korban Yusri ditemukan di tanaman kumpai (tanaman sejenis rumput yang terdapat diatas sungai).”Korban meninggal dunia dan pada bagian tengkuk sebelah kanannya ada luka bekas gigitan. Diduga akibat terkaman harimau,” jelas Kapolsek Pelangiran itu.Selanjutnya, personel Polsek Pelangiran bersama dengan Tim dari Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau melakukan olah TKP dan membawa korban ke Klinik KPP Pulai PT THIP untuk dilakukan Visum.”Selanjutnya jenazah korban dibawa ke Desa Pulau Muda untuk diserahkan kepada pihak keluarga guna disemayamkan,” tukasnya.Untuk diketahui, peristiwa ini bukanlah yang pertama kali terjadi. Sebelumnya, hal serupa sudah pernah terjadi. Dimana korbannya adalah salah seorang karyawati buruh harian lepas PT THIP bernama Jumiati, 33.Jumiati juga diketahui tewas akibat terkaman Harimau Sumatera saat sedang bekerja di KCB 76 Blok 10 Afdeling IV Eboni State, Kecamatan Pelangiran, Inhil, pada Rabu (3/1) lalu.Berbagai upaya telah dilakukan oleh tim penyelamat harimau yang terdiri dari BKSDA Riau, anggota TNI, Polres Inhil, Polsek Pelangiran, WWF, dan lainnya untuk meredam konflik antara hewan dan manusia.Upaya yang dilakukan yakni seperti memasang kamera trap dan perangkap yang diisi dengan kambing jantan hitam dan babi. Selain itu, juga pernah diturunkan pawang harimau asal Aceh. Bahkan, baru-baru ini, BBKSDA Riau menerjunkan tim bius ke lokasi sebagai langkah terakhir. Namun, upaya tersebut belum menyelesaikan konflik hewan dan manusia yang terjadi. (JPC)

  • Bagikan