Menghindari dari Kejaran Belanda, Bung Karno Ternyata Pernah Menginap di Sibedil, Pemalang

Maret 10, 2018
Belum ada gambar

Omah Perjuangan memiliki luas sekitar 200 meter persegi. Pemiliknya adalah almarhum Patmo. Semasa hidupnya, Patmo bersama istrinya, Resti, dan anak-anaknya ikut terlibat secara langsung dalam perjuangan meraih kemerdekaan. Senjata-senjata untuk melawan Belanda juga dipasok kepada pejuang di rumah ini.”Keluarga besar penghuni rumah ini kebanyakan menjadi pejuang kemerdekaan melawan Belanda. Ada tiga anak Mbah Patmo yang menjadi tentara, dua di antaranya gugur. Rumah ini juga dijadikan dapur umum untuk para pejuang,” ungkap Rasman (64), salah satu keturunan Patmo.Tak hanya ikut menyokong perjuangan kemerdekaan melawan Belanda, Omah Perjuangan juga pernah dijadikan sekolah, tak lama setelah kemerdekaan berhasil diraih Bangsa Indonesia.”Tahun 1962 bagian depan rumah pernah dijadikan sekolah karena waktu itu belum ada sekolah yang memadai. Selain itu, karena dijadikan dapur umum pejuang, tiga kali rumah ini juga pernah diserang pasukan DI/TII (Darul Islam/Tentara Nasional Indonesia (DI/TII),” ungkap Rasman sembari menunjukkan beberapa lubang di tembok dan kaca lemari bekas ditembus peluru.Teteg mengatakan, Omah Perjuangan akan dijadikan wisata edukasi dan dibuka untuk masyarakat. Langkah ini juga sekaligus sebagai upaya untuk melestarikan keberadaannya.”Sebagian besar bangunan rumah masih asli. Hanya atap yang diganti karena atap yang lama sudah hancur. Kami harap bisa menjadi wisata edukasi, khususnya sejarah dan ikon Desa Gunungsari juga Kabupaten Pemalang,” harapnya. (radartegal/yon)

Komentar

VIDEO TERKINI