Gelar Doa Bersama, Ribuan Warga Lereng Merapi Tolak Penambangan Alat Berat

Maret 10, 2018
Belum ada gambar

MAGELANG, RAKYATJATENG – Ribuan warga dari 5 desa di Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, melakukan aksi doa bersama, di lokasi penambangan pasir Jurang Jero Srumbung, Jumat (9/3). Aksi ini sebagai wujud dari penolakan terhadap penambangan galian C di Gunung Merapi dengan alat berat yang makin meluas.Koordinator aksi KH Ahmad Wahib menyatakan bahwa aksi ini bukanlah yang pertama kali. Sebelumnya bahkan masyarakat telah melayangkan surat keberatan/penolakan kepada Kapolda, Kajati dan Gubernur Jawa Tengah.“Bahkan hingga Kapolri, KPK, Dirjen BKSDA, serta Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup. Usaha kami tersebut hingga kini masih minim tanggapan dari pemerintah,” ungkapnya.Dalam aksinya masyarakat melakukan doa bersama dan mengambil beberapa kesepakatan yakni atas nama Masyarakat Peduli Lingkungan Merapi menyatakan mendorong adanya penyelarasan bumi untuk anak cucu mereka.“Kami menolak penambangan dengan menggunakan alat berat, dan meminta pemerintah secepatnya untuk berupaya peningkatan dan penguatan ekonomi kerakyatan,” ujar Ahmad.Salah satu tokoh masyarakat Ahmad Bahakudin Sah, menyampaikan penambangan dengan menggunakan alat berat, ada beberapa dampak negatif yang bisa ditimbulkan terutama pada kerusakan saluran irigasi sehingga mengurangi debit mata air.“Penambangan dalam bentuk apapun pasti akan merusak lingkungan, akan jika  penambangan dilakukan dengan cara manual, setidaknya akan banyak mengakomodir penghidupan warga sekitar Merapi, bukan hanya menerima dampaknya,” katanya.Aksi ini dilanjutkan dengan Mujahadahan dengan pembacaan tahlil, ayat kursi, surat ikhlas dan lainnya. Dan diakhiri dengan menandatangani sebuah baliho besar secara bersama, sebagai wujud nyata penolakan keberadaan alat berat untuk menambang dengan kedok apapun,”Ini salah satu bentuk upaya kami sebelumnya yang tidak digubris pemerintah,  “wadul kaleh sek kuoso” (Mengadu Kepada Yang Kuasa/Tuhan),” pungkas Ahmad. (zis)

Komentar

VIDEO TERKINI