Soal Mahasiswi Bercadar, Begini Penjelasan Rektor UAD

Maret 9, 2018
Belum ada gambar

Lebih lanjut, Kasiyarno menjelaskan pihaknya melarang mahasiswinya yang mengikuti Program Pengalaman Lapangan (PPL) di sekolah memakai cadar.”Kita juga sudah menerapkan juga, khususnya untuk mahasiswi FKIP (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan), calon guru, itu ketika kita menyelenggarakan PPL, praktek di sekolah, itu memang kita melarang yang bersangkutan pakai cadar,” jelasnya.Menurutnya, aturan tersebut bukan untuk membedakan mahasiswanya. Tetapi kebijakan ini untuk memudahkan mahasiswinya yang mengikuti PPL dalam mengajar murid di sekolah. Karena dikhawatirkan, bila memakai cadar kegiatan belajar mengajar akan terganggu.”Karena kalau jadi guru ditutup (pakai cadar) bagaimana bisa mengajar dengan bagus. Hanya itu saja. Agar ungkapan, ucapan yang diterangkan itu bisa jelas. Kalau ngomong kan gak ceto (tidak jelas), itu (bercadar saat mengajar) mengganggu itu,” ungkapnya.Kasiyarno menegaskan UAD Yogyakarta tetap akan mendata dan membina mahasiswinya yang bercadar. Setelah dibina, UAD menyerahkan pilihan ke yang bersangkutan apakah tetap akan memakai cadar atau tidak.”Ya itu (setelah dibina) terserah mereka,” tuturnya.Menurutnya, sebagai lembaga pendidikan tugasnya hanya melakukan pembinaan ke mahasiswa termasuk ke mahasiswi bercadar. Namun, dalam pembinaan ini pihaknya tidak menargetkan yang bersangkutan mau melepas cadarnya.”Kita tidak menargetkan dia mau melepas (cadar) atau tidak. Pemahaman ini (Islam ajaran Muhammadiyah) yang penting kami sampaikan. Kewajiban kita kan hanya menyampaikan, sikap berubah atau tidak terserah (mahasiswi bercadar),” ungkapnya.Terkait bentuk pembinaan kepada mahasiswi bercadar, sambung Kasiyarno, pihaknya akan berupaya menyampaikan pemahaman di Muhammadiyah tentang aurat. Pembinaan tersebut nantinya akan dikemas dalam bentuk dialog.”Mereka kita ajak berdialog. Kita berikan pemahaman-pemahaman bagaimana sih berpakaian yang syar’i sesuai dengan ajaran Islam yang benar. Kita masih tetap mempersilakan mereka (memilih). Kesadaran mereka biar dibangun melalui dialog,” tutup Kasiyarno. (dtc)

Komentar

VIDEO TERKINI