Soal Mahasiswi Bercadar, Begini Penjelasan Rektor UAD

Maret 9, 2018

YOGYAKARTA, RAKYATJATENG – Rektor Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta, Kasiyarno menggelar jumpa pers menjelaskan kebijakannya soal mahasiswi bercadar di kampus. Menurutnya, UAD tidak pernah melarang mahasiswinya bercadar, hanya saja pihak kampus terlebih dulu memeriksa satu per satu mahasiswinya yang bercadar sebelum ujian.”Terkait dengan cadar itu sendiri perguruan tinggi khususnya UAD memang tidak pernah membuat aturan yang melarang. Tidak ada aturan di UAD terkait dengan kemahasiswaan di kampus, tidak ada yang berbunyi melarang pemakaian cadar,” kata Kasiyarno saat melangsungkan jumpa pers di kantornya, Jalan Kapas, Yogyakarta, Jumat (9/3).”Cuma di UAD ini memang secara administratif kami (beranggapan) bahwa pemakaian cadar itu bisa mengganggu secara administratif. Misalnya ujian, ujian itu kita ada aturan di mana kita harus pastikan peserta ujian itu sesuai dengan status yang tertera di administrasi termasuk foto,” lanjutnya.Kebijakan ini, lanjut Kasiyarno, hanya untuk mengantisipasi praktik perjokian saat ujian. Oleh karenanya, sebelum mengikuti ujian mahasiswi bercadar harus dicek satu per satu oleh petugas perempuan di sebuah ruangan tertutup yang disediakan kampus.”Untuk mencegah itu (perjokian) kita harus verifikasi betul antara foto dengan mahasiswi yang ikut. Lha ini kalau pakai cadar kan enggak kelihatan dan foto-foto mahasiswi di UAD ini tidak ada yang memakai cadar, pakai jilbab,” ucapnya.Selanjutnya, Kasiyarno menerangkan, UAD sebagai universitas di bawah naungan Muhammadiyah jelas mengikuti aturan di perserikatan. Sementara di Muhammadiyah, kata Kasiyarno, tidak pernah ada anjuran atau larangan muslim bercadar.”Di mana Muhammadiyah ini memiliki keyakinan tersendiri dalam akidah, termasuk dalam muamalah, cara berpakaian dan sebagainya. Karena kita berafiliasi atau menjadi bagian dari Muhammadiyah, tentu kami sesuai dengan keputusan tarjih Muhammadiyah,” jabarnya.

Komentar