Sigap Hadapi Bencana, Pemprov Jateng Latih Warga

Maret 9, 2018
Belum ada gambar

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sri Puryono menambahkan, upaya mitigasi bencana terus dilakukan pemerintah, bersinergi dengan instansi lain dan masyarakat. Mitigasi yang sudah dilakukan antara lain bekerjasama dengan perguruan tinggi dalam memasang alat early warning system (EWS) di daerah yang berpotensi bencana longsor, menyosialisasikan kearifan lokal dalam mendeteksi kemungkinan datangnya bencana, pembuatan jalur evakuasi dan membuat desa tanggap bencana.Berbagai pelatihan tentang kebencanaan terus diintensifkan untuk seluruh lapisan masyarakat, termasuk para disabilitas dan siswa. Hal itu dimaksudkan untuk meningkatkan kesiapsiagaan warga dalam menghadapi bencana.Di dunia pendidikan, Provinsi Jawa Tengah menjadi pelopor program kebencanaan, dengan pembentukan Tim Penanggulangan Bencana Bidang Pendidikan. Kegiatan pokok yang dilakukan adalah mitigasi bencana, antara lain dengan pemetaan sekolah rawan bencana, berkoordinasi dengan pemerintah daerah ataupun pusat, pelatihan dan simulasi penanggulangan bencana.“Pemprov Jateng memang terus menekankan pentingnya edukasi kebencanaan bagi seluruh masyarakat guna meminimalkan kerugian dan jumlah korban terdampak bencana,” ujarnya.Sri Puryono mengatakan, dari 35 kabupaten/kota di Jateng, 22 daerah di antaranya memiliki tingkat kerawanan bencana yang sangat tinggi. Sedangkan 13 wilayah lainnya dengan tingkat kerawanan sedang.Terkait dengan hal itu, Sekda terus memprioritaskan edukasi dan sosialisasi kebencanaan kepada masyarakat, khususnya bagi yang berada di wilayah rawan. Dengan mengintensifkan edukasi dan sosialisasi, masyarakat menjadi paham dan mengerti cara penyelamatan diri saat terjadi bencana alam. Selain melakukan edukasi dan sosialisasi, Pemprov Jateng meminta masyarakat terus menjaga dan menghidupkan kembali kearifan lokal yang sudah ada sejak zaman dulu.“Kearifan lokal tersebut merupakan ilmu titen yang dapat mendeteksi terjadinya suatu bencana sehingga akan meminimalkan korban jiwa saat terjadi bencana,” ujarnya pada Forum Perangkat Daerah Bidang Kebencanaan Tahun 2018, di Kantor BPBD Jateng, beberapa waktu yang lalu.

Komentar

VIDEO TERKINI