KOPEL: Parpol “Haram” Bersikap Otoritarian Dalam Tentukan Capres

  • Bagikan

Publik lebih awal diajak untuk menilai langsung bakal calon kandidat melalui  ide gagasan atas  kebangsaan. Tidak seperti sekarang ini, sekadar disuguhi informasi hasil survey  elektabilitas seseorang yang keyakinannya tidak terlalu kuat.Dijelaskan pula, sikap tertutup parpol telah membawa implikasi nyata bagi publik. Pertama, publik tidak mendapatkan informasi atau penjelasan yang kuat atas argumentasi yang dibangun partai politik dalam menentukan pilihannya. Misalnya apakah karena visi, gagasan kebangsaan atau karena ada faktor lain.Kedua; harapan atau aspirasi publik atas persoalan bangsa selama ini serta merta menjadi terabaikan. “Publik sangat sadar betul, persoalan krusial yang dihadapi bangsa sekarang ini adalah masih tingginya kasus korupsi di semua institusi, sementara penegakan hukum kian lemah dan menuju ketidakpastian. Bahkan secara meluas demokrasi dikhawatirkan berjalan mundur,” tuturnya, saat dihubungi dari Semarang.Persoalan tersebut, ujar Syam, sejatinya direkam oleh partai politik dalam fungsinya penyerapan aspirasi. “Maka dalam konteks tersebut, penggodakan atau pengambilan keputusan atas dukungan capres menjadi dasar utama yang harus dipertimbangkan,” imbuh mantan wartawan ini. (yon)

  • Bagikan