Banjir di Cilacap, Empat Desa Kebanjiran dan Puluhan Hektar Tanaman Padi Tergenang

Maret 9, 2018

CILACAP, RAKYATJATENG – Kembali, banjir terjadi di wilayah Jawa Tengah. Kali ini di Kabupaten Cilacap. Empat desa di daerah itu dilaporkan tergenang akibat hujan lebaat yang terjadi pada Kamis (8/3) dari siang hingga malam hari.Menurut Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah Cilacap Tri Komara Sidhy, hujan lebat yang terjadi kemarin mengakibatkan debit air beberapa anak sungai di Kecamatan Sidareja mengalami peningkatan sehingga Sungai Cibereum tidak mampu menampungnya hingga akhirnya meluap.Dia menjelaskan, berdasarkan pendataan sementara, luapan air Sungai Cibereum yang terjadi sejak hari Kamis (8/3), pukul 22.00 WIB, menggenangi empat desa di Kecamatan Sidareja, yakni Sidamulya, Sidareja, Gunungreja, dan Tegalreja.”Tinggi genangan air di halaman dan jalan berkisar 30–40 centimeter, sedangkan di dalam rumah 10–20 centimeter. Hingga saat ini belum ada warga yang mengungsi, kami masih melakukan pendataan lebih lanjut,” kata Tri Komara, Jumat (9/3).Kendati demikian, dia mengatakan genangan air tersebut mengakibatkan aktivitas warga menjadi terhambat.Selain itu, sekitar 20 hektare tanaman padi di Desa Tegalsari, terendam banjir akibat jebolnya tanggul Sungai Cibereum.”Tanggul Sungai Cibereum itu jebol tadi malam karena tidak mampu menampung air saat terjadi hujan lebat,” kata Kepala Seksi Ketenteraman dan Ketertiban Kecamatan Sidareja Aji Pramono di Cilacap, Jumat (9/3).Menurutnya,  tanggul dengan tinggi 3 meter itu jebol sepanjang 5 meter sehingga airnya menggenangi area persawahan di sekitarnya. Padahal, sebagian tanaman padi yang terendam banjir itu hampir panen karena sudah berusia sekitar 80 hari setelah tanam.”Kalau genangan airnya tidak segera surut, petani terancam gagal panen,” ujarnya.Menurut dia, Pemerintah Kecamatan Sidareja akan segera melaporkan kejadian itu ke Pemerintah Kabupaten Cilacap melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah Cilacap. (ant/yon)

Komentar