Abraham Samad: Saatnya Jokowi Hapus Ketimpangan dan Kesenjangan Ekonomi

Maret 9, 2018
Belum ada gambar

Fokus pemerintah, kata Abraham, seharusnya ditujukan kepada ketersedian lahan bagi petani yang tidak memiliki lahan pertanian atau perkebunan yang bisa mereka garap,agar terjadi distribusi pemerataan pengelolan kekayaan alam.Selaku mantan Ketua KPK, Abraham menengarai masih tumbuh suburnya kapitalisme kroni di Indonesia tidak lepas dari prilaku koruptif selain rendahnya integritas atau moralitas bangsa.Pemberian konsesi dan fasilitas luar biasa terhadap konglomerat, kata Abraham, tidak lepas dari faktor kesejarahan di mana pada masa lalu konsesi lahan hanya diberikan kepada kroni-kroni penguasa. Demikian juga kesempatan dalam mengelola kekayaan alam selalu jatuh kepada orang dekat, kerabat dan kroni penguasa.Akibatnya ketika rezim berganti, konsesi lahan masih dimiliki konglomerat besar karena masa konsensinya belum habis. Di sisi lain, eksploitasi sumber daya alam yang terbatas mengakibatkan kerusakan lingkungan parah.“Tetapi jika ada kemauan politik dari pemerintah, regulasi pemberian konsensi itu bisa saja ditinjau-ulang melalui regulasi baru. Selain itu, pemerintah bisa menciptakan garapan baru bagi tiga belas juta petani yang belum memiliki lahan ini,” kata Abraham.Seusai bertugas di KPK, Abraham menjadi narasumber dalam berbagai seminar sebagaimana yang akan dilakukan di UNHAS dan UNM. Seperti yang dilakukan di kampus-kampus lain, Abraham selalu memberi motivasi kepada mahasiswa dan generasi muda sebagai penentu peradaban bangsa dan tentang  pentingnya pendidikan karakter dalam mewujudkan manusia Indonesia yang beradab dan berintegritas.Dalam berbagai kesempatan Abraham menekankan, mahasiswa sebagai generasi muda memiliki peran penentu masa depan peradaban Indonesia tersebut. Hal penting yang harus mereka punyai menurutnya adalah integritas, sebab dengan integritas itulah generasi muda dapat menangkal prilaku korupsi yang dapat menghancurkan peradaban sebuah bangsa. Bagi Abraham, korupsi sama dengan genosida peradaban. (yon)

Komentar

VIDEO TERKINI