Mengerikan! Perawat Disiram Air Mendidih, Diduga karena Cemburu

KUDUS, RAKYATJATENG – Sungguh tragis yang menimpa Umi Farida (35). Perawat PNS yang bekerja di RSUD Kudus ini menjadi korban penganiayaan berat. Wajah dan badan warga Dukuh Muteran, Desa Kedungori, Kecamatan Dempet, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah ini melepuh setelah diduga disiram air panas oleh Rh (35), tetangganya. Korban kini dirawat di RSI NU Demak.

Peristiwanya terjadi Rabu pagi (7/3) pukul 04.30 tersebut, kemudian dilaporkan ke Polsek Dempet.

Informasi menyebutkan, kejadian bermula saat Rh sedang memasak air di dapur rumahnya. Tak lama kemudian, pelaku membuka pintu dapur. Saat itu juga, pelaku melihat ada korban yang juga berada di dapur. Rh pun naik pitam. Ia merasa jengkel dan sakit hati terhadap korban.

Diduga pelaku cemburu terhadap korban. Pelaku pun langsung mengambil air panas yang masih dimasak di dapur. Rh lalu berjalan menuju tempat korban. Setelah sampai di depan pintu dapur korban, pelaku memanggil-manggil korban.

Nah, pada saat korban datang itulah, pelaku langsung menyiramkan air panas mendidih kearah bagian kepala korban. Air panas itupun mengalir ke wajah korban. Seketika itu, korban langsung berbalik lari menuju ke arah kamar mandi rumahnya. Meski begitu, pelaku tetap mengejar korban. Ketika cuci muka, pelaku diduga masih nekat memukuli kepala korban dengan panci yang sebelumnya digunakan untuk memasak air panas tersebut.

Tidak hanya itu, pelaku juga diduga menendang korban dengan menggunakan kakinya sebelah kanan. Dalam perkembangannya, pelaku lalu diamankan oleh warga untuk dibawa pulang ke rumahnya.

Atas kejadian itu, keluarga korban merasa keberatan dan melaporkan kejadian itu ke Polsek Dempet untuk diproses secara hukum. Kapolres Demak AKBP Maesa Soegriwo melalui Kapolsek Dempet, AKP Suraji mengatakan, terkait kasus tersebut, pihaknya hingga kemarin masih melakukan penyidikan.

“Kita masih periksa atau memintai keterangan saksi saksi. Motifnya kita belum tahu masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut,” ujarnya, kemarin. (JPR/JPC)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Sonny Wakhyono