Keluarkan 2 Siswa, Kepala SMAN 1 Semarang Digugat ke PTUN

Maret 8, 2018
Belum ada gambar

“Kami memandang penerbitan obyek sengketa tersebut sangat dipaksakan dan mengada-ada, karena di dalam Buku Tata Tertib Peserta Didik SMA Negeri I Semarang yang sah berlaku di lingkungan SMA Negeri 1 Semarang milik AN masih bersih dan tidak tertulis pelanggaran apapun,” kata koordinator Kuasa Hukum, Listyani, SH, kemarin.Padahal, setiap pelanggaran yang dilakukan oleh peserta didik SMA Negeri I Semarang akan ditulis di buku Tata Tertib tersebut dengan ditandatangani siswa. Termasuk ditandatangani guru BK/Kesiswaan dengan disebutkan jenis pelanggarannya beserta point yang didapatkan.“Point tersebut akan diakumulasikan hingga menentukan sanksi apa yang nantinya akan didapatkan peserta didik tersebut. Tetapi menjadi aneh jika AN tiba-tiba telah mendapatkan 120 poin, dengan rincian pasal yang sama sekali tidak dimengerti,” katanya.Kuasa hukum yang lain, Denny Septiviant, menambahkan bahwa tindakan tergugat yang langsung mengeluarkan AN dari SMA Negeri 1 Semarang dengan mengembalikan kepada orang tua siswa, tanpa melalui proses teguran lesan maupun tertulis dan tanpa adanya tindakan yang edukatif sama sekali.“Ini jelas-jelas melanggar pasal 10 ayat (1) dan pasal 11 Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 82 tahun 2015 tentang pencegahan dan penanggulangan tindak kekerasan di lingkungan satuan pendidikan,” katanya.Bahkan tindakan edukatif belum dilakukan. Namun didahului dengan mengusir AN dari sekolah, serta tidak diperbolehkan mengikuti pelajaran di kelas. “Tindakan tergugat ini menyebabkan AN kehilangan hak untuk memeroleh pendidikan dan pengajaran di SMA Negeri 1 Semarang,” katanya.Sedangkan, tim hukum lain, Sukarman, berharap dengan gugatan di PTUN ini bisa mencabut Surat Keputusan Kepala Sekolah Menengah Negeri 1 Semarang yang berupa Surat Pengembalian Siswa ke Orang Tua/ Wali Nomor 422/104/II/2018 tanggal 14 Februari 2018 atas nama siswa AN.

Komentar

VIDEO TERKINI