Keluarkan 2 Siswa, Kepala SMAN 1 Semarang Digugat ke PTUN

Maret 8, 2018

SEMARANG, RAKYATJATENG – Kasus yang menimpa siswa SMAN 1 Semarang, AN dan AF terus bergulir. Petisi online yang mendukung dua siswa tersebut semakin kencang. Mereka menuntut agar Kepala SMAN 1 Semarang harus mencabut keputusan mengeluarkan AN dan AF, mengingat status mereka sebagai siswa kelas 9 sedang menyambut persiapan Ujian Nasional (UN) yang kurang dari satu bulan.Hingga Rabu (7/3/2018), pukul 17.34, sedikitnya ada 14.873 orang telah menandatangani petisi tersebut dari terget dukungan sebanyak 15.000. Mereka mendukung AN yang merupakan anak seorang penjual roti keliling itu untuk mewujudkan mimpinya melanjutkan kuliah ke Undip atau UGM jurusan teknik sipil atau elektro, atau masuk ke Akpol. Begitupun AF.Hampir sebulan, AN dan AF, tidak bisa masuk sekolah karena berkali ulang diusir dari sekolah dan tidak memiliki kejelasan nasib. Tentu saja, keduanya tidak ada kepastian untuk mengikuti UN yang sebentar lagi dilaksanakan. Pihak sekolah sempat memilihkan SMAN 11 dan SMAN 13 sebagai tempat baru bagi AF dan AN.Tetapi hal itu belum bisa diterima karena keputusan sekolah tersebut dinilai sepihak karena tanpa melibatkan persetujuan orang tua siswa. Tentu saja hal ini berpengaruh besar bagi kondisi psikologis, akademis, dan kesiapan dua siswa tersebut.Di sisi lain, orang tua AN, Rabu (7/3), melalui tim kuasa hukumnya, telah mendaftarkan gugatan terhadap Kepala SMAN 1 Semarang di PTUN Semarang dengan nomor registrasi 31/G/2018/PTUN.Smg. Gugatan ini dilakukan sebagai tidak diresponnya Somasi yang dikirimkan kepada Kepala Sekolah agar mencabut kebijakannya berupa penerbitan Surat Pengembalian Siswa ke Orang Tua/ Wali Nomor 422/104/II/2018 tanggal 14 Februari 2018 atas nama AN sebagai obyek sengketa.

Komentar