JK: Problem Pangan Itu Tantangan Jangka Panjang

Maret 8, 2018

JAKARTA, RAKYATJATENG – Wakil Presiden RI Jusuf Kalla mengatakan, problem pangan menjadi PR jangka panjang yang harus diselesaikan. Hal tersebut terjadi karena kebutuhan pangan yang terus naik hingga tiga persen pertahun.Di sisi lain, peningkatan kebutuhan pangan yang terus naik juga seiring pertumbuhan penduduk sebanyak 1,5 persen tiap tahun. Akibatnya, lahan pertanian menjadi semakin sempit akibatnya derasnya urbanisasi penduduk. “Itu semua tantangan yang harus dibahas bukan jangka pendek tetapi jangka panjang,” jelas JK dalam acara Jakarta Food Security Summit (JFSS) di Senayan JCC, Jakarta, Kamis (8/3).Perubahan mendasar yang terjadi di masa depan selain jumlah penduduk dan urbanisasi yaitu perubahan iklim. Dampak yang muncul akibat perubahan iklim yaitu merebaknya banjir dan kemarau panjang. Kondisi tersebut berpengaruh terhadap produktifitas pertanian. Khususnya padi dan tanaman hortikultura. “Berikutnya ketersediaan air juga jadi masalah yang besar. Karena itu maka tren harga hasil pertanian selalu naik,” jelasnya.Kalaupun pemerintah harus mengimpor beras, harga komoditas pertanian juga pasti akan naik. “Waktu saya jadi Ketua Bulog pada tahun 2000, harga impor (dalam mata uang) dolar hanya 170 dollar per ton, sekarang sudah 420 dolar per ton. Dalam waktu 18 tahun naik tiga kali lipat,” ujarnya.Begitu pula dengan subsidi raskin, dulu pemerintah mensubsidi beras raskin sebesar Rp1.500/kg harga berasnya masih Rp 3.000/kg. Sementar saat ini harga raskin yang diganti menjadi rastra sudah Rp 10.000/kg. “Jadi pemerintah mensubsidi lebih berat akibat tren kenaikan harga,” ujarnya. (JPC)

Komentar