Di Kudus, Buah Parijoto Disulap Jadi Sirup hingga Keripik

Maret 8, 2018

KUDUS, RAKYATJATENG – Peziarah makam Sunan Muria di Colo, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, barangkali sudah pasti tahu tentang buah Parijoto. Buah ini dipercaya sebagai buah peninggalan Sunan Muria.Kini buah Parijoto telah diolah jadi aneka makanan dan minuman. Di tangan pemuda bernama Ribut Triyanto, warga Desa Colo, Kecamatan Dawe, Kudus, buah Parijoto menjadi lebih bernilai dan bervariasi. Buah bernama latin Medinilla Speciosa itu diolahnya menjadi sirup, permen, keripik, selai, hingga roti.Triyanto mengatakan ide pembuatan berdasarkan atas kesadarannya memanfaatkan peluang yang ada. Di wilayahnya tinggal, buah Parijoto sangat melimpah. Dengan lokasinya di lereng pegunungan Muria berketinggian antara 800-1200 mdpl.Ada 3 desa di Kudus yang mempunyai lahan buah Parijoto. Di Colo ada 9 petani dengan luasan lahan sekitar 4 hektare (Ha), Desa Japan ada 5 petani dengan luas lahan sekitar 1 Ha, dan Rahtawu dengan 5 petani di luasan lahan sekitar 2 Ha.”Sangat melimpah buahnya. Maka saya berinisiatif untuk mengolah sumber alam itu untuk aneka makanan dan minuman dari bahan parijoto,” kata Triyanto, Rabu (7/3).Dia berhasil mengolah buah parijoto mulai 2015 lalu. Yang pertama dibuatnya adalah sirup. Tujuannya memudahkan konsumen, terutama peziarah, membawanya sebagai buah tangan. Bahkan, mereka akan lebih tertarik dalam mengonsumsinya.Selain juga, lanjut pria kelahiran 1984 ini, dengan beragamnya olahan dari buah parijoto, sama saja memberi semangat petani Parijoto untuk tetap menanamnya. Sebab mereka akan bersemangat merawat dan memperluas lahan tanaman Parijoto.Tidak hanya itu, adanya pengolahan buah Parijoto, juga menambah lapangan pekerjaan bagi warga setempat. Dia mencontohkan, untuk tenaga pemasaran sendiri mencapai sekitar 75 reseller.

Komentar