Inilah Jurus Walikota Semarang Menghapus Daerah Tertinggal

Maret 7, 2018
Belum ada gambar

SEMARANG, RAKYATJATENG – Walikota Semarang Hendrar Prihadi memiliki jurus agar istilah Semarang kemringet alias wilayah pinggiran atau daerah tertinggal terhapuskan. Semua daerah di Kota Semarang akan maju. Jurusnya, mulai dari pembenahan kawasan sub pusat kota hingga pemekaran kecamatan.Titik keramaian yang terpusat di tengah kota, menjadi pekerjaan rumah bagi Walikota Semarang, Hendrar Prihadi. Ia kini fokus memecah keramaian agar Semarang lebih manusiawi dan tidak macet.Salah satu upaya adalah membangun titik-titik keramaian atau ruang publik di wilayah pinggiran. Bukan hanya ruang publik yang nyaman, namun infrastruktur di pinggiran otomatis ikut dibangun.”Sembilan program besar saya selain Unit Reaksi Cepat Kesehatan dan Peningkatan Peran Wanita, adalah membenahi kawasan sub pusat kota, seperti pembangunan Taman Kota dengan Wifi, Underpass Jatingaleh,” kata Walikota, Selasa (6/3).Menurut Hendi — sapaan akrab walikota –, dalam perjalanannya, sering muncul modifikasi karena faktor urgensi. Misalnya normalisasi Banjir Kanal Timur, pembangunan Kampung Wisata Bahari Tambaklorok, Semarang Expo Center, dan Light Rail Transit (LRT). Khusus LRT Hendi optimis akan mulai dibangun sebelum habis masa jabatannya.”LRT sudah masuk kajian, Simpang Lima Kedua tahun ini sudah penyusunan Detail Enginering Design (DED), pembangunan Semarang Expo Center dalam hitungan kami tadi sudah bisa dimulai tahun depan,” kata Hendi.Tentu saja membangun wilayah pinggiran akan membawa dampak lain, diantaranya terpecahnya keramaian. Karena wilayahnya sangat luas, Hendi tengah mengkaji kemungkinan pemekaran wilayah setingkat kecamatan.”Saat ini masing-masing camat kalau mengontrol wilayah terlalu luas,” kata Hendi.Membandingkan dengan kota lain, rata-rata memiliki jumlah kecamatan hingga 30. Sedangkan Semarang masih 16 Kecamatan. Usai pemekaran, kemungkinan jumlah kecamatan akan menjadi 30 sampai 32 Kecamatan.

Komentar

VIDEO TERKINI