Kisah Sukses Sarmini; Perempuan Buta Aksara Jadi Miliarder

Maret 6, 2018
Belum ada gambar

BOJONEGORO, RAKYATJATENG – Terkadang kecerdasan seseorang tidak dapat diukur dari seberapa tinggi pendidikanya. Ilmu bisa datang dari mana saja, orang-orang terdekat, dari usia yang lebih tua dari kita, ada kalanya datang dari teman atau mungkin juga dari orang yang lebih muda dari kita.Seperti yang dialami Sarmini, Ibu paruh baya asal Desa Piji, Kecamatan Margomulyo, Kabupaten Bojonegoro, Jatim. Di waktu kecil, dia sama sekali tidak mendapat pedidikan di bangku sekolah, bahkan dirinya mengaku tidak bisa baca dan tulis alias buta aksara.Namun dari kekurangannya itu, menjadikan dirinya perempuan tangguh penuh keyakinan. Terbukti dengan keuletannya dalam membina usaha home industry atau industri kreatif miliknya, yakni pembuatan kerajinan dari akar kayu jati erosi membuahkan hasil yang tidak sedikit.”Awalnya iseng. Setelah mendapat informasi dari teman dan tetangga, kemudian saya terapkan. Saya berfikir positif saja,” terang Sarmini, Senin (5/3).Kini perempuan berusia 58 tahun itu, menjadi pengusaha sukses. Pelanggannya tersebar di daerah-daerah Pulau Jawa, bahkan ada yang dari luar negeri dengan omset usahanya lebih dari Rp 50 juta per bulan, hingga saat ini jika ditotal omset Sarmini, mencapai Rp 5 miliar.Di rumahnya yang berada di ujung barat perbatasan dengan Kabupaten Ngawi lebih tepatnya di Jalan Raya Ngawi-Cepu KM 15 Desa Piji, Kecamatan Margomulyo, Kabupaten Bojonegoro, tumpukan akar jati erosi yang sudah dibentuk menjadi meja, kursi, daun, guci, layah, dan masih banyak jenis lainnya, terlihat di teras serta di gudang produksi di samping rumahnya.Suara mesin pemotong dan penghalus kayu terdengar keras menderu-deru di gudang samping rumah, sedang berlangsung aktifitas para karyawannya. Para pekerjanya tersebut digaji dengan menggunakan sistem borongan.

Komentar

VIDEO TERKINI