Kata Jimmy Usfunan, Mahfud MD Layak Jadi Cawapres Jokowi

Maret 6, 2018
Belum ada gambar

DENPASAR – Joko Widodo kembali diusung PDIP sebagai calon presiden pada Pemilihan Presiden (Pilpres) tahun 2019 mendatang.Sejumlah partai politik, seperti Golkar, NasDem, dan Hanura juga siap mengusung Jokowi. Masalahnya satu: siapa sosok calon wakil presiden (Cawapres) yang layak untuk mendampingi Jokowi.Sejumlah nama tokoh nasional mulai bermunculan. Bahkan ada yang sudah mulai menebarkan pesona di masyarakat, agar bisa dipinang Jokowi sebagai cawapres.Dosen Fakultas Hukum Universitas Udayana, Jimmy Z. Usfunan, mengatakan sebelum menilai sosok cawapres yang tepat mendampingi Jokowi, perlu dicermati penyelenggaraan pemerintahan di era kepemimpinan Jokowi – JK selama ini.Menurut Jimmy, salah satu poin Nawacita adalah menolak negara lemah dengan melakukan reformasi sistem dan penegakan hukum yang bebas korupsi, bermartabat, dan terpercaya.Dalam kaitannya dengan persoalan ini, kepemimpinan Jokowi–JK justru lebih fokus pada persoalan infrastruktur dibandingkan penegakan hukum.Sosok cawapres Jokowi untuk periode kedua jelasnya wajib berlatarbelakang hukum dan memiliki integritas.”Perlu orang hukum yang berintegritas dan paham betul dalam melakukan kebijakan hukum yang adil dan ditunjang dengan pengalaman yang kuat di bidang hukum maupun politik, sebagai pendamping Jokowi ke depan,” kata Jimmy.Sosok cawapres yang memenuhi syarat demikian sangat dibutuhkan untuk menjawab tantangan ke depan, khususnya dalam pemberantasan korupsi.”Sehingga diperlukannya kebijakan yang tegas dan fokus dari presiden dalam penegakan hukum melalui upaya menciptakan clean and good governance dalam penyelenggaraan negara,” ujar Jimmy.Mengacu kriteria tersebut, Jimmy pun tanpa ragu menyebut nama Prof. Mahfud MD sebagai tokoh ideal pendamping Jokowi.“Secara integritas tidak diragukan lagi. Beliau sosok yang bersih. Track record-nya menunjukkan ketegasannya melawan korupsi. Begitu juga dengan pengalaman, pernah menduduki jabatan di lingkungan eksekutif, legislatif dan yudisial, dengan menjadi Menteri Pertahanan, Anggota DPR/MPR serta Ketua Mahkamah Konstitusi Badan Pembinaan Ideologi Pancasila,” jelasnya.

Komentar

VIDEO TERKINI