Layanan Informasi Publik di Wonosobo Masuk Zona Kuning

Maret 5, 2018
Belum ada gambar

“Semakin baiknya tata kelola informasi publik secara tidak langsung juga berarti Pemerintah Kabupaten Wonosobo sudah memenuhi hak-hak warga masyarakat akan informasi,” tandasnya.Pembenahan tata kelola layanan informasi publik di lingkup Pemerintah Kabupaten Wonosobo, diyakini Wabup Agus Subagiyo akan dapat dilakukan secepatnya.Terlebih, hasil dari pembinaan yang telah disampaikan oleh KI Jawa Tengah, menurut Agus mampu menumbuhkan semangatnya untuk mendorong setiap perangkat daerah memperbaiki layanan informasi publik.Sejumlah perbaikan yang telah dan masih berlangsung untuk memenuhi standar keterbukaan informasi publik, diakui Agus juga menunjukkan perkembangan yang positif.“Upaya kita untuk membuka layanan informasi agar transparan dan akuntabel saat ini terus dilakukan, salah satunya melalui penyempurnaan e-government sampai menyediakan layanan open data desa, sehingga warga masyarakat bisa mengakses setiap saat perkembangan pembangunan di desanya secara online,” jelas Wabup.Hal itu, ke depan menurut Wakil Bupati akan terus ditingkatkan sehingga masyarakat Kabupaten Wonosobo juga semakin paham terhadap pentingnya keterbukaan informasi serta perlunya peran serta mereka dalam pembangunan daerah.Tak hanya dari Wakil Bupati, komitmen untuk perbaikan layanan informasi publik juga disampaikan Kepala Dinas Kominfo, Eko Suryantoro.Diakuinya, sejumlah kendala yang dihadapi di awal Tahun 2017 dalam hal tata kelola layanan informasi publik memang cukup besar.“Adanya perubahan SOTK di akhir 2016 membuat Dinas Kominfo yang merupakan Dinas baru sempat tidak memiliki kantor selama hampir 3 bulan lamanya,” terang Eko.Selain itu, sebagai Dinas baru, Kominfo disebut Eko juga belum memiliki anggaran yang memadai untuk menjalankan tugas pokok dan fungsinya.Namun, mulai tahun 2018 ini, Eko menegaskan komitmen untuk berlari kencang dalam hal tata kelola informasi publik, sehingga optimisme menjadi salah satu percontohan tingkat Nasional tidak sekedar menjadi mimpi, melainkan target yang realistis. (sen/yon)

Komentar

VIDEO TERKINI