Harga Beras Variatif di Sejumlah Daerah di Jawa Tengah

Maret 5, 2018

TEGAL, RAKYATJATENG – Kendati sudah memasuki awal Maret atau triwulan pertama 2018, harga beras masih bervariatif di sejumlah daerah di Jawa Tengah. Di Kota Tegal, harga beras masih belum terkendalikan dengan baik, sedangkan di harga beras di pasar tradisional Kabupaten Cilacap, terpantau turun.Di Kota Tegal, beras jenis medium belum bisa dikendalikan dengan baik. Harga beras medium masih Rp11 ribu per kilogram (kg), atau di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp9.450 per kg. Sedang harga beras premium sudah berada di bawah HET Rp12.800 per kg, yakni Rp12.000 per kg.Menurut Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (Dinkop UKM dan Perdagangan) Kota Tegal Khaerul Huda bahwa harga beras medium belum terkendali karena sejumlah sebab. Bencana banjir yang sempat melanda sejumlah daerah produsen beras di Jawa Tengah, diperkirakan menjadi salah satu faktor penyebabnya.Dinkop UKM dan Perdagangan memandang, dengan kebijakan impor yang diambil pemerintah, sedikit banyak akan mampu menekan harga beras medium, kendati tidak masuk secara langsung ke Jawa Tengah. “Dengan intervensi pasar, saya kira harga beras medium bisa ditekan agar berangsur turun,” kata Khaerul.Sementara harga beras di pasar tradisional Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah terpantau turun. Penurunan harga terjadi pada seluruh jenis beras, mulai beras premium, medium hingga beras biasa.Kamilah, seorang pedagang beras di Pasar Cinangsi Kecamatan Gandrungmangu, mengatakan saat ini harga beras medium mencapai Rp 11 ribu per kilogram. Adapun harga beras biasa sudah turun menjadi Rp 10 ribu per kilogram. “Sekarang, yang super Rp 11 ribu, kalau yang biasa itu paling Rp 9.000 sampai Rp 7.500. Kalau saya ambil sendiri langsung ke penggilingan padinya,” tuturnya.

Komentar