Pemkab Cirebon Perpanjang Status Darurat Banjir

Maret 3, 2018
Belum ada gambar

RAKYATJATENG, CIREBON – Pemerintah Kabupaten Cirebon memperpanjang masa status darurat banjir di wilayah Timur Cirebon hingga akhir Maret. Hal itu diambil setelah pemkab berkoordinasi dengan BMKG bahwa puncak musim hujan di Pulau Jawa diprediksi berlangsung hingga akhir bulan ini.Plt Bupati Kabupaten Cirebon, Selly A Gantina mengatakan status tanggap darurat bencana banjir di Kabupaten Cirebon resmi diperpanjang. Pemkab sendiri, telah menetapkan status tanggap darurat terkait bencana banjir selama 14 hari. Perpanjangan status tanggap darurat paska banjir ini sudah dilakukan dua kali perpanjangan. Pertama dari 9 hingga 22 Februari, kedua pada 2 hingga 9 Maret.“Status tanggap bencana ini hingga 18 Maret, jika intensitas hujan masih tinggi statusnya bisa diperpanjang lagi sampai akhir Maret,” katanya, Sabtu (3/3).Selly mengatakan bahwa paska banjir ini, pemkab terus berupaya merekonstruksi dan pemulihan medis bagi korban terdampak banjir, termasuk penyaluran bantuan korban. Saat ini tim dari TNI menerjunkan 50 pasukan guna membantu pemerintah daerah.“Paska banjir ini kami lebih fokus kepada pemulihan medis dan pemberian pemenuhan kebutuhan korban terdampak. Status darurat banjir baru akan dicabut jika ada keputusan dari BMKG,” terangnya.Kasie Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Cirebon, Eman Sulaeman menyebutkan, data yang tercatat terdampak banjir tersebar di lima kecamatan yaitu 9.398 unit rumah. Terdiri dari, di Kecamatan Losari ada 278 rumah, Kecamatan Waled 1.306 rumah, Kecamatan Pasaleman 3.537 rumah, Kecamatan Pabedilan 1.388 rumah, dan Kecamatan Ciledug ada 2.889 rumah.Dia menyebutkan, korban terdampak banjir parah di wilayah timur Cirebon berjumlah 10.649 kepala keluarga (KK), 43.268 jiwa. Terdiri dari 1.360 jiwa di Kecamatan Losari, 5.345 jiwa di Kecamatan Waled, 15.498 jiwa di Kecamatan Pasaleman, 6.493 jiwa di Kecamatan Pabedilan, dan 14.772 jiwa di Kecamatan Ciledug.

Komentar

VIDEO TERKINI