Katanya Ratus Vagina Bisa Picu Keputihan, Benarkah?

Maret 2, 2018

RAKYATJATENG – Di antara sekian pilihan metode perawatan daerah kewanitaan, ratus vaginamenjadi salah satu yang paling populer. Ini karena metode tersebut dipercaya bisa membantu mengatasi masalah terkait menstruasi, mengencangkan otot vaginayang kendur, bahkan membantu meningkatkan kesuburan.Namun di balik itu, ratus vagina juga dituding dapat menyebabkan terjadinya keputihan tidak normal. Benarkah ini?Bagi yang belum tahu, ratus vaginamerupakan perawatan daerah kewanitaan secara tradisional menggunakan metode pengasapan secara langsung ke dalam vagina. Bahan yang digunakan untuk proses pengasapan tersebut biasanya terdiri dari rempah alami, seperti kunyit, bunga mawar, temulawak, pala, dan sejenisnya.Prosedur ratus vagina dilakukan dengan ‘memasak’ bahan-bahan herbal tersebut menggunakan panci hingga mengeluarkan asap. Kemudian, di atas panci tersebut diletakkan kursi dengan dudukan berlubang agar asap hasil pembakaran bahan herbal bisa menjangkau vagina secara langsung. Setelah itu, wanita diminta untuk duduk di kursi yang telah disediakan selama kurang lebih tiga puluh menit.Manfaat ratus vagina.Ratus vagina dikatakan bisa membantu meningkatkan sirkulasi darah, memberikan kesegaran area kewanitaan, membantu meredakan nyeri pre-menstruasi, dan merelaksasi otot panggul. Di samping itu, metode ini juga diyakini sangat ampuh untuk membersihkan, mengharumkan, serta menjaga daerah kewanitaan tetap awet muda.Namun, sederat manfaat ratus vagina di atas masih belum terbukti secara pasti. Ini karena belum ada penelitian yang membuktikan manfaat dari ratus vagina itu sendiri. Justru, metode ini dapat mengancam kesehatan vagina Anda.Ratus vagina dan keputihan.Asap yang bersifat panas pada prosedur ratus vagina bisa menyebabkan luka bakar, juga memicu pertumbuhan bakteri serta jamur berlebih di daerah kewanitaan. Hal ini akan menganggu keseimbangan bakteri baik yang hidup di sekitar vagina.

Komentar