Dua Siswa Dikeluarkan dari SMAN 1 Semarang, Disdikbud Bentuk Tim Investigasi

  • Bagikan

RAKYATJATENG, SEMARANG – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Jawa Tengah mengklaim telah membentuk tim investigasi terkait pengeluaran dua siswa oleh SMAN 1 Semarang. Meski demikian, tim tersebut hanya sebatas mengklarifikasi kasus tersebut terhadap satu pihak, yakni sekolah.

Kepala Disdikbud Jateng, Gatot Bambang Hastowo mengatakan, pihaknya mengirimkan tim tersebut guna mengkroscek, apakah keputusan sekolah sudah sesuai dengan prosedur tata tertib pengeluaran siswa milik mereka sendiri.

Dari situ, Gatot mengklaim sekolah telah mempunyai cukup bukti untuk menindaklanjuti kedua siswanya berdasarkan point-point di buku tata tertib dan pihaknya menyepakati hal itu.

“Saya kan dengan kepala sekolah berdialog, membuat tim untuk menanyakan kepala sekolah. Buktinya kepala sekolah meyakinkan bahwa dia sudah betul,” ujarnya ketika ditemui di gedung gubernuran Jawa Tengah, Semarang, Kamis (1/3).

Dirinya juga mengakui bahwa tim tersebut hanya bertugas mengklarifikasi pelaporan dari sekolah dan tidak dari pihak murid. “Saya kan nggak harus sampai ke sana,” jawabnya kepada wartawan ketika ditanya apakah tim miliknya juga berusaha mendapatkan klarifikasi dari pihak murid.

Diberitakan sebelumnya, Afif dan Anin, dua siswa kelas XII diminta untuk angkat kaki dari SMAN 1 Semarang karena dinilai telah melakukan tindak kekerasan berupa penamparan saat pelaksanaan Latihan Dasar Kepemipinan (LDK) November 2017 lalu.

Kedua siswa yang diketahui merupakan panitia atau bagian dari penyelenggara kegiatan LDK itu kini telah dinyatakan pihak SMAN 1 Semarang tidak boleh kembali ke tempat mereka belajar dulu.

Gatot lantas menegaskan bahwa dalam hal ini, pihaknya bukan bertugas untuk memutuskan, melainkan mencarikan solusi agar kedua anak yang dikeluarkan tadi agar dapat menempuh ujian nasional. Yakni dengan cara mencarikan sekolah negeri lainnya sebagai wadah, sebagaimana ia sebutkan beberapa hari lalu yaitu SMAN 11 dan SMAN 13.

Terkait dengan permintaan kedua siswa untuk tidak dipindahkan ke sekolah seperti yang direkomendasikan oleh Disdikbud, Gatot menuturkan adanya kemungkinan untuk memenuhi keinginan tersebut karena melihat beberapa pertimbangan, semisal jarak dari rumah siswa ke sekolah dan sebagainya.

Lebih lanjut, pihaknya juga belum dapat memastikan apakah keduanya tetap diizinkan untuk kembali serta menempuh ujian di tempat mereka belajar semula, atau sesuai keinginan awal para siswa dan orang tua. “Ini yang nanti akan kita kaji, itu (kembali ke SMAN 1 Semarang) belum bisa saya katakan,” imbuhnya. (JPC)

  • Bagikan