Benarkah Sering Makan Pedas, Lidah dan Kerongkongan jadi Rusak?

Maret 1, 2018
Belum ada gambar

Jika muntah terus berlanjut, asam yang keluar dari perut bisa mengakibatkan luka pada kerongkongan. Bergantung pada jenis cabai yang dimakan, iritasi tersebut dapat mengakibatkan kerusakan yang serius.Pada 2016, ada kasus di mana seorang pria kerongkongannya berlubang karena “terbakar” akibat mengonsumsi cabai Bhut jolokia, atau juga dikenal dengan sebutan ghost pepper, dalam sebuah kontes makan. Reaksinya lalu berlanjut dengan berkali-kali muntah. Selain itu, reaksi yang bisa muncul termasuk mati rasa dan kesulitan untuk bernapas.Menurut dr. Mega Putri, pada penderita mag, cabai bisa menjadi musuh dalam selimut. Anda diwanti-wanti untuk menghindari cabai karena sifatnya yang mengiritasi mukosa pencernaan.Cabai juga bermanfaat bagi kesehatanMemang rasa pedas cabai bisa menyiksa, tapi mengonsumsi cabai juga membawa manfaat bagi kesehatan tubuh. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kadar capsaicin yang tinggi, seperti pada cabaicayenne atau cabai merah, bisa membantu menurunkan berat badan pemakannya dengan cara menahan nafsu makan, sekaligus meningkatkan kemampuan pembakaran kalori tubuh.Selain itu, makan cabai juga bisa membantu meredakan gejala sinusitis, mengurangi rasa sakit, dan mencegah pertumbuhan beberapa jenis bakteri.Masih menurut Wendy, untuk mendapatkan manfaat kesehatan dari cabai, pilihlah varietas yang jumlah capsaicin-nya tidak terlalu banyak. Bijaklah dengan tidak tergiur membeli atau mencoba cabai yang dikatakan paling pedas sedunia. Selain itu, konsumsi cabai yang sudah tercampur dengan makanan, dan hindari memakannya secara langsung. Dengan cara ini, efek rasa pedas terhadap lidah, kerongkongan, dan perut tidak akan (terlalu) membahayakan.Meski makan cabai juga bisa memberikan manfaat kesehatan bagi tubuh, namun hindari mengonsumsinya terlalu berlebihan, karena bisa mengakibatkan peningkatan risiko iritasi lambung. Jadi, konsumsilah cabai secara bijak, khususnya bagi para penderita mag.(klikdokter/jpnn)

Komentar

VIDEO TERKINI