Berpegangan Pelepah Pohon Kelapa, Inilah Saat-saat Mulyono Lolos dari Maut Longsor Brebes

Februari 23, 2018
Belum ada gambar

RAKYATJATENG, BREBES – Mulyono (57), warga Desa Pasirpanjang, Kecamatan Selem, Kabupaten Brebes tak mungkin melupakan hari Kamis 22 Februari. Sekitar pukul 08.00 WIB, longsor terjadi di bukit Lio Pasirpanjang, Mulyono lolos dari maut longsor Brebes.Terjangan material longsor menewaskan lima warga dan belasan lainnya masih dalam pencarian. Didampingi istrnya, Tarmah (55), Mulyono mendapat perawatan di Puskesmas Desa Bentar Kecamatan Salem. Dia mampu menceritakan deti-detik terjadinya longsor yang hampir saja merengut nyawanya tersebut. “Sekitar pukul 07.30 WIB, saya keluar rumah. Niatnya untuk mengambil kayu di kebun,” ungkapnya, seperti dikutip dari Radar Tegal.Dia mengatakan, pagi itu dirinya tidak sendirian berada di blok Pasirpanjang Lama yang menjadi lokasi tragedi longsor. Sejumlah warga lain tengah mengolah lahan sawah, tidak jauh dari lokasi dirinya berada.”Selain saya ada yang lain, kebanyakan wanita. Mereka sedang tandur di satu kotak lahan sawah berdekatan, selain itu juga jalan sedang ramai dilintasi,” kata Mulyono.Namun, belum lama dirinya beraktivitas di lokasi tersebut, tiba-tiba terdengar suara berdentum dari atas bukit. Lokasi Mulyono berada, merupakan bagian bawah dari jalan Provinsi Salem-Banjarharjo. Tidak berselang lama, dentuman yang terdengar disertai dengan adanya pergerakan tanah yang begitu cepat dari atas bukit. “Seperti suara ledakan, kemudian tanah bercampur air turun dengan cepat menyapu tempat sekitar saya berada,” tuturnya.Menyadari telah terjadi kondisi yang tidak baik, Mulyono berusaha untuk berlari menjauh dari alur pergerakan tanah. Namun upaya yang dilakukannya terlambat. Tubuhnya ikut terseret lumpur longsor, meskipun sudah berupaya menghindar.”Saat saya lari, tubuh terdorong oleh pelepah pohon kelapa kering yang hanyut terbawa longsor. Karena takut tenggelam, saya berpegangan erat ke pelepah itu,” tuturnya.

Komentar

VIDEO TERKINI