Langganan Banjir, Ribuan Warga Brebes Blokade Tol Brexit

Februari 22, 2018

RAKYATJATENG, BREBES – Ribuan warga Desa Krasak, Kecamatan Brebes, Jateng, memblokade ruas tol Brebes Timur (Brexit), tepatnya di KM 267, Rabu (21/2).Mereka melakukan aksi demonstrasi dengan menutup tol tersebut lantaran selalu menjadi korban banjir, akibat saluran Sungai Sigeleng yang berada di bawah jalan tol menjadi sempit.Dari pantauan di lapangan, aksi yang memakan waktu hingga kurang lebih 3,5 jam tersebut menyebabkan ruas tol Brebes-Pejagan lumpuh.Alhasil, kendaraan yang mau masuk ke jalan tol terpaksa dialihkan ke jalur Pantura dan masuk melalaui tol Brebes Barat.Dalam aksinya, warga menuntut pengelola tol bertanggung jawab atas dampak yang dialami oleh warga sekitar tol. Tuntutan tersebut sebenarnya sudah berulangkali disampaikan. Namun, hingga kini tidak pernah direalisasikan.Bahkan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat sudah mengeluarkan surat untuk mengkaji ulang kondisi saluran Sungai Sigeleng, tetapi belum juga ada tindak lanjut.Warga juga bersikeras untuk menutup jalan tol sampai tuntutannya terpenuhi. Bahkan, Bupati Brebes Idza Priyanti bersama Kapolres Brebes AKBP Sugiarto dan Dandim 0713 Brebes Lektol Inf Akhmad Hadi Hariono, yang menemui pendemo dan mencoba menfasilitasi warga juga belum berhasil.Namun, setelah satu buah alat berat diterjunkan untuk melakukan pengerukan, warga sedikit melunak.Perwakilan PT Pejagan Pemalang Toll Road, selaku pengelola tol juga menemui warga untuk memberikan penjelasan terkait realisasi tuntutan warga tersebut. Kendati demikian, mereka tetap melakukan aksi blokade jalan tol.“Tuntutan kami hanya meminta pembangunan jembatan di atas Sungai Cigeleng. Kalau hanya gorong-gorong tidak cukup untuk menampung air, apalagi kemarin ada luapan dari Sungai Pemali yang mengakibatkan rumah di sekitar sungai terendam,” ungkap Saroni, koordinator aksi demontrasi.

Komentar