Rapim TA 2018, Pangdam IV/Diponegoro: Netralitas TNI Sudah Final

Februari 20, 2018

RAKYATJATENG, SEMARANG – Kodam IV/Diponegoro menggelar Rapat Pimpinan (Rapim) TA 2018 di Aula Makodam IV/Diponegoro, Semarang, Selasa (20/2). Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Wuryanto S.Sos M.Si memimpin langsung rapat yang dihadiri ratusan pejabat jajaran Kodam IV/Diponegoro tersebut.Rapat Pimpinan Kodam IV/Diponegoro TA 2018 mengangkat tema “Dengan Dilandasi Jiwa Kesatria, Militan, Loyal, Profesional, Modern, Unggul, Bermental Juara dan Manunggal Dengan Rakyat, Kodam IV/Diponegoro Siap Mendukung Tugas Pokok TNI AD”.Pangdam mengatakan, rapat kali ini merupakan tindak lanjut dari rapat pimpinan TNI AD yang telah dilaksanakan beberapa waktu lalu. Rapat ini digelar guna memantapkan konsolidasi dalam jajaran TNI AD.”Intinya adalah untuk menyampaikan pokok-pokok kebijakan pimpinan TNI AD maupun kebijakan Presiden, terkait tugas-tugas yang akan kita laksanakan ditahun 2018 ini,” katanya.Pangdam juga menyampaikan, sebagai implementasi dari tema rapat pimpinan Kodam IV/Diponegoro harus membangun kembali karakter prajurit di semua tingkatan yang sesuai dengan Jati Diri TNI, Sapta Marga dan Sumpah Prajurit.“Kami berharap bisa membangun prajurit yang berjiwa ksatria, militan, unggul, bermental juara di semua tingkatan. Sesuai dengan Sumpah Prajurit dan jiwa Sapta Marga, serta lebih adaptif pada kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang bertujuan para prajurit lebih profesional dan modern,” ujarnya.Disisi lain, lanjutnya, melalui tema tersebut juga dapat memperkokoh karakter keprajuritan sesuai jati dirinya, dalam menghadapi dinamika lingkungan strategis yang memberikan pengaruh signifikan, baik secara internal maupun eksternal.”Oleh karena itu, aspek pembangunan Kodam IV/Diponegoro tidak hanya fisik semata, namun juga meliputi pembangunan karakter. Untuk mencapai tujuan tersebut, maka para Dansat dan Danlemdik harus terus meneteskan nilai-nilai keprajuritan dan nilai-nilai luhur Pangeran Diponegoro dalam hati sanubari para patriot,” tambahnya.

Komentar