Kepala BNN Instruksikan Tembak Mati Pembawa Narkoba 1 Kilogram

Februari 14, 2018
Belum ada gambar

FAJAR.CO.ID – Geram atas tingginya peredaran narkoba di Infonesia, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Komjen Budi Waseso, mengeluarkan perintah tegas. Buwas, sapaan akrabnya, menginstruksikan anggotanya untuk menembak mati bandar yang membawa satu kilogram narkoba.“Saya sudah instruksikan ke jajaran saya. Jika dijumpai membawa satu kilogram ke atas narkoba harus ditembak mati,” kata Buwas saat menghadiri acara peletakan batu pertama pembangunan gedung BNNP Jatim didampingi Kepala BNNP Jatim Brigjen Pol Bambang Budi Santoso di Surabaya, Sabtu (10/2).Buwas menjelaskan, selama tahun 2017 pihaknya sudah menembak mati 79 bandar narkoba. Menurutnya dari hasil evaluasi peredaran narkoba yang terjadi di Indonesia masih banyak dikendalikan dari dalam lembaga pemasyarakatan (lapas). “Dari 90 persen kasus yang kami ungkap, 90 persenya selalu melibatkan lapas,” ujar jenderal bintang tiga itu.Menurut Buwas hal itu disebabkan masih kurangnya komitmen bersama untuk memerangi peredaran narkoba dan menyelamatkan generasi bangsa. Karena, semua peraturan pengawasan dan regulasi sudah ada di masing-masing instansi.“Peraturan sudah ada sistem sudah ada. Banyak yang melanggar aturan dan merusak sistem. Seperti contoh seharusnya di lapas itu tidak boleh ada HP, tapi kenyataannya dengan mudah membeli HP, dan berganti-ganti kartu, itu fakta,” tegas Buwas.Diterangkan Buwas, hal itu merupakan fakta berdasarkan pemantauan BNN. Karena jaringan lapas bisa berhubungan dengan pihak luar negeri. Seharusnya, penghianat, bandar narkoba seperti itu harus dieksekusi di lapangan.”Karena membunuh generasi bangsa sudah sepatutnya bandar narkoba dieksekusi langsung di lapangan. Kalau perlu dikepruk pakai batu ramai-ramai,” jelasnya.Disinggung terkait penindakan jaringan narkoba di lapas Buwas membeberkan bahwa semua ada batas kewenangannya. Dia berharap semua instansi bisa sadar dan menjaga komitmen bersama untuk perang melawan narkoba demi menyelamatkan generasi bangsa.

Komentar

VIDEO TERKINI