Wapres JK Bilang Akan Ada Capres Selain Jokowi dan Prabowo

Januari 31, 2018

FAJAR.CO.ID – Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto masih menjadi calon terdepan jelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Meski begitu, Wapres Jusuf Kalla (JK) memprediksi pilpres nanti tak akan diikuti dua calon.Secara teori, putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menguatkan aturan ambang batas pencalonan presiden sebesar 20 persen hanya memungkinkan memunculkan empat pasang calon.JK pun bilang, kemungkinan Pilpres 2019 diikuti oleh empat atau mungkin tiga pasang calon. Hal ini berdasar pengalaman dari pagelaran pilpres sebelumnya.Pada pilpres 2004 misalnya, ada empat pasang calon dan di 2009 ada tiga pasang calon yang bertarung. “Jadi secara teori setidaknya bisa empat, mungkin juga tiga,” kata JK, ketika ditemui di kantornya, kemarin (30/1/2018).Ketika ditanya soal rencana pencalonan Prabowo dalam pilpres nanti, JK menilai sebagai sesuatu yang wajar. Orang yang mendirikan partai tentu ingin mengejar kekuasan. Aneh jika Prabowo tidak berminat menjadi presiden. “Jika Pak Prabowo ingin menggunakan hak politiknya tentu sah-sah saja, wajar itu,” katanya.Terpisah, Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah, memprediksi pilpres nanti akan muncul tokoh baru yang menjadi pemenang.Menurut Fahri, tokoh fresh ini datang dari kelompok yang juga baru. Bukan dari kelompok Jokowi atau pun Prabowo. “Lihat saja nanti. Saya percaya bahwa 2019 itu presidennya fresh. Kalau nggak, nanti Indonesia layu. Indonesia memerlukan gelora, memerlukan tenaga, semangat. Kalau nggak, kita lemes ini,” ujarnya.Sementara, Waketum Gerindra Fadli Zon memastikan partainya akan kembali mengusung Prabowo sebagai capres. Menurut dia, mayoritas kader menginginkan Prabowo menjadi presiden.Fadli bilang, Gerindra sudah lebih siap menghadapi pilpres mendatang. Tinggal memanaskan mesin partai. Dia yakin, jalan Prabowo menuju kursi RI 1 akan mulus. Soalnya ada keinginan dari masyarakat agar Jokowi satu periode saja. “Masyarakat sudah capek. Kehidupan makin susah,” kata Fadli di Gedung DPR, kemarin.

Komentar