SANTUN Sukses Tingkatkan Produksi Bawang Merah Sepanjang 2017

Januari 26, 2018
Belum ada gambar

“Kampanye ini sekaligus juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran para petani dan toko tani akan bahayanya produk pestisida palsu,” katanya.Agung menambahkan, edukasi tentang pengendalian hama dan penyakit terpadu perlu menjadi prioritas bagi semua pengusaha bisnis pestisida karena bisnis pertanian tidak hanya pada keuntungan semata. “Bisnis pertanian tetap harus memperhatikan kelestarian ekosistem, faktor kesehatan, dan kesinambungan bisnis dengan para petani,” tandasnya.Program ini bertujuan agar petani lebih teredukasi dalam menanggulangi hama dan penyakit tanaman, terutama dalam penggunaan produk perlindungan tanaman yang aman dan berkelanjutan. Dalam jangka panjang, program ini juga bertujuan untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani petani di Indonesia. Karenanya, SANTUN melibatkan berbagai elemen mengingat banyaknya pihak yang merasa bertanggung jawab untuk memajukan pengetahuan petani bawang merah Indonesia.“Kerja sama PRISMA dengan Croplife Indonesia dan Dinas Pertanian Bima merupakan contoh nyata kerjasama antara sektor swasta dengan pihak pemerintah yang bertujuan untuk memajukan pertanian bawang merah,” kata Manajer Portofolio Prisma, Prajwal Shahi.“Kami harapkan juga kegiatan ini dapat pula dikembangkan ke daerah-daerah lain khususnya di wilayah sentra bawang merah di Indonesia,” ujarnya.Penggunaan sosial media dan aplikasi android juga merupakan terobosan baru yang untuk pertama kalinya diterapkan oleh program SANTUN ini. Nyatanya, rata-rata sebanyak 170.000 orang melihat setiap kegiatan SANTUN, baik melalui app, web, maupun media sosial jaringan Karsa.“Sebagai aplikasi pertanian terdepan di Indonesia, kami bangga untuk bersama sama Croplife dan Karsa menyebarkan pengetahuan pertanian yang baik di kalangan petani. Kami sangat mendukung usaha ini dan penggunaan teknologi digital secara tepat guna oleh program SANTUN,” kata Yudha Kartohadiprodjo, pendiri KARSA.

Komentar

VIDEO TERKINI