SANTUN Sukses Tingkatkan Produksi Bawang Merah Sepanjang 2017

Januari 26, 2018
Belum ada gambar

Dalam pencapaian program SANTUN, kehadiran tertinggi yaitu petani di daerah Nganjuk dan Bima. Sebanyak 249 orang Penyuluh Lapangan diundang untuk mendapatkan edukasi dari materi SANTUN, dimana berpotensi untuk menyentuh 49.575 orang penyuluh dan petani di wilayah Jawa Timur dan Nusa Tenggara Barat.Lima topik menjadi tema edukasi yang dihadirkan pada setiap program, di antaranya Pengendalian Hama dan Penyakit Terpadu; Alat Pelindung Diri, Anti Pemalsuan Produk; Manajemen Resistensi; Perawatan Alat Semprot, Label; dan Lima Aturan Utama Penggunaan Pestisida.“Acara ini sangat positif dan perlu diadakan juga di tingkat kelompok tani. Materi penggunaan pestisida dan resistensi merupakan materi paling penting dikarenakan penggunaan pestisida di sini sudah melebihi ambang batas sehingga sangat merugikan petani. Pengetahuan PPL yang masih terbatas, sehingga pelatihan yang didampingi oleh ahlinya juga perlu dilakukan di tingkat kelompok tani,” kata Muhamad Hasbih, PPL Desa Nagabaru, Wanasaba, Lombok Timur.SANTUN turut dihadiri perwakilan pemerintah daerah, seperti Wakil Bupati Kabupaten BIMA Drs. H. Dahlan M. Noer, serta para stakeholder antara lain Kementerian Pertanian (Direktorat Pengawasan Pupuk dan Pestisida, Direktorat Hortikultura), Kepala Dinas Pertanian, Kabid Hortikultura di tingkat kabupaten, dan Kabid Hortikultura di tingkat kecamatan. Hadir PPL, juga melibatkan tenaga POPT, petani kunci, kelompok tani, petani perempuan, Assosiasi Bawang Merah Indonesia, dan para pemangku kepentingan. Tak ketinggalan, perwakilan seluruh perusahaan di bawah naungan CropLIfe Indonesia yang memiliki komitmen sama dalam memajukan sektor pertanian di Indonesia, antara lain BASF, Bayer, Dow Agrosciences, DuPont, FMC, Monsanto, Nufarm, dan Syngenta.Executive Director CropLife Indonesia Agung Kurniawan mengatakan bahwa kampanye pengendalian hama dan penyakit terpadu adalah bentuk kepedulian CropLife terhadap petani bawang di Indonesia. Pihaknya sebagai asosiasi dari delapan perusahaan multinasional yang bergerak di bidang pestisida dan benih di Indonesia bertanggung jawab untuk memberikan edukasi tentang penggunaan pestisida yang tepat guna sehingga dapat membantu petani dalam meningkatkan produktivitas tanaman (stewardship).

Komentar

VIDEO TERKINI