HKTI Siap Produksi Drone untuk Pertanian Modern

Januari 24, 2018

JAKARTA – Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) siap memproduksi drone (pesawat tanpa awak) untuk pertanian. Dalam dua pekan ke depan prototipe pertama akan memasuki tahap uji coba. Saat ini pengerjaannya sudah mendekati final.“Saat ini masih tahap uji coba. Selanjutnya untuk masa panen Februari-Maret sudah saya minta bisa dipublikasikan untuk umum,” ujar Ketua Umum HKTI, Jenderal (Purn) Moeldoko di Jakarta, Rabu (24/1).Mantan panglima TNI ini mengatakan, drone HKTI itu nantinya juga didesain untuk dapat melakukan penyemprot pupuk, serta memiliki kamera penginderaan kondisi pertumbuhan tanaman dan penyakit/hama tanaman. Selain itu dilengkapi pula dengan teknologi frekuensi pengusir hama, terutama hama burung.“Drone buatan HKTI tersebut nantinya mampu mengangkat beban 20 kilogram. Sedangkan durasi terbangnya bisa mencapai waktu 45 menit,” jelas mantan Panglima TNI ini.Menurut Moeldoko, produksi drone tersebut merupakan bagian dari program modernisasi pertanian yang dicanangkan HKTI.“Pembuatan drone ini sebagai pengembangan teknologi tepat guna bagi petani, terutama untuk melengkapi kemajuan pengolahan lahan seperti traktor dan alat pasca panen lainnya,” tutur Moeldoko.Pria yang juga menjabat sebagai Kepala Staf Presiden (KSP) ini menambahkan, drone multiguna itu akan dipasarkan kepada petani dengan harga yang relatif terjangkau. Tahap awal, drone ini nantinya akan dilepas kepada kelompok tani dapat dibeli dengan sistem kredit.“Harganya sudah saya minta untuk pro-petani. Harganya akan diproduksi murah, sekitar Rp 100 jutaan. Sehingga, kelompok tani mampu membelinya dengan sistem kredit. Kalau untuk anggota HKTI tentunya peran koperasi akan kita dorong mampu mengadakannya untuk kesejahteraan anggotanya,” kata Moeldoko.Moeldoko melanjutkan, banyak fungsi bisa dilakukan drone untuk pertanian. Drone ini akan sangat bermanfaat untuk mengatasi keterbatasan manusia mengawasi lahan pertanian yang luas.

Komentar