Bukan Hanya Beras 500 Ribu Ton, Garam dan Gula Juga akan Diimpor

Januari 23, 2018

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Januari hingga Februari 2018, merupakan masa awal panen raya di seluruh daerah di Indonesia. Namun sejumlah petani di Indonesia dikejutkan dengan adanya rencana Impor beras sebesar 500 ribu ton. Bukan hanya beras, namun gula mentah juga rencananya akan diimpor sebanyak 1,8 juta ton, dan garam 3,7 juta ton.Menanggapi itu, Komisi VI dan IV DPR RI dalam waktu dekat akan memanggil Kemenko Bidang Perekonomian, Kemenko Bidang Kemaritiman, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, Badan Pusat Statistik dan PT Garam ke Senayan.Anggota Komisi VI DPR RI, Abdul Wachid mengungkap, rencana Menteri Perdagangan yang akan segera mengeluarkan izin impor gula mentah sebanyak 1,8 juta ton itu, harus secepatnya dikalrifikasikan.“Tak hanya beras, Mendag juga akan import gula sebanyak 1,8 juta ton di semester I ini dan garam 3,7 juta ton. Hal tersebut tidak bisa dibiarkan, ini pasti ada motif-motif tertentu,” kata Abdul Wachid, kepada wartawan di Komplek Parlemen, Senayan, Senin (22/1), seperti dilansir Indopos.om.Menurut dia, terlalu banyak alasan pemerintah dalam soal impor ini, yang sulit diterima. Misalnya saja soal impor beras. Alasannya beras premium, yang tidak mengganggu beras medium. “Yang jelas kebijakan impor akan berdampak pada produk lokal dan petani alias memiskinkan petani,” tegasnya.Politikus Gerindra itu menyatakan, sangat aneh ketika para petani tebu akan memasuki masa panen raya, justru Mendag berencana impor. “Yang jelas gula lokal gula kristal putih panen 2017 masih ada stok 500 ribu ton per Desember 2017. Bulog masih punya stok gula kristal putih 413 ribu ton per Desember 2017. Belum lagi gula ilegal dan rembesan gula rafinasi di pasar bisa jadi 500 ribu ton,” urainya.

Komentar