Paus Fransiskus Mendadak Nikahkan Pramugari dan Pramugara di Pesawat

Januari 20, 2018

FAJAR.CO.ID – Dalam penerbangan di Cile, tengah pekan ini, pasangan pramugara dan pramugari bernama Paula Podest Ruiz dan Carlos Ciuffardi Elorriga nikah mendadak di pesawat. Mereka dinikahkan oleh Paus Fransiskus.Meski dadakan, pasangan berusia 39 dan 41 tahun itu mendapat sebuah surat nikah yang ditulis tangan. Dan oleh oleh Juru bicara Vatikan Greg Burke, itu dinyatakan sah. Kedua pramugari itu pun menjadi pasangan pertama yang pernah dinikahkan oleh paus di udara.Paula Podest Ruiz dan Carlos Ciuffardi Elorriga sebenarnya sudah terikat sebagai suami istri sejak delapan tahun yang lalu. Namun, sebuah upacara keagamaan dibatalkan karena gereja paroki mereka di Santiago mengalami kerusakan parah akibat gempa pada 2010.Makanya, saat bertemu dengan Paus di pesawat, mereka meminta pernikahan mereka diberkati. “Kami mengatakan kepadanya bahwa kami adalah suami istri, karena kami memiliki dua anak perempuan dan kami sangat senang menerima restu ini. Tiba-tiba, dia bertanya kepada kami apakah kami juga sudah menikah di Gereja,” kata Ciuffardi kepada wartawan di pesawat, yang dalam perjalanan ke kota utara Iquique dari Santiago.Pasangan tersebut menjelaskan kepada Paus bagaimana gempa 2010 telah merusak gereja yang mereka harapkan bisa mereka tempat untuk menikah. “Dia menyukai kami dan dia bertanya,” Apakah Anda ingin saya nikahkan? Ya tentu saja, kata kami,” beber Podest.Paus pun melakukan upacara singkat di depan pesawat. Ignacio Cueto, presiden maskapai Latam, yang berada di kapal, adalah saksi. Surat nikah improvisasi ditandatangani oleh Paus, pasangan suami istri, Cueto dan seorang uskup yang sedang berada di pesawat.“Dinikahkan Paus di atas kapal adalah sesuatu yang tak ternilai harganya,” kata Podest. Beberapa reporter di bagian belakang pesawat pada awalnya mengira itu adalah lelucon. Dan juru bicara Vatikan Greg Burke keluar satu menit kemudian untuk mengkonfirmasi semuanya. “Semuanya berlaku, semuanya resmi,” katanya. (AP/Reuters/amr/fajar)

Komentar