Ini Jurus Kemenkes Perkuat Health & Hygiene Destinasi Wisata

Desember 16, 2017

JAKARTA – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) ikutan running memperkuat health & hygiene di destinasi wisata. Caranya, via kompetisi kota sehat Swasti Saba Wistara. Kota/kabupaten terbaik nantinya akan diberikan penghargaan kota sehat Kemenkes pada 28 Desember 2017.Penghargaan ini merupakan penghargaan terbaik kota sehat dengan kualifikasi penilaian tertinggi di delapan tatanan. Delapan tatanan itu, adalah lingkungan pendidikan sehat, parawisata sehat, perhubungan sehat, kehidupan sosial masyarakat, perkantoran, pangan, hutan, dan pertambangan sehat.Nantinya, penghargaan ini akan diberikan Kemenkes kepada 20 kota/kabupaten sudah terverifikasi. Dan semuanya, akan dipantau dan dinilai secara ketat oleh Tim Verifikasi Kota/kabupaten Sehat Nasional yang terdiri dari Trisno Subarkah, Eko Budi Yunihasto, Retno Juli Siswantari, Dewi Minarni, Revi Rinda Nugraini, Widayanti Bandia, Yodi Mulyadi, dan Santi Laria.Yang membuat happy, jumlah Kota atau Kabupaten yang mengikuti verifikasi pada tahun ini meningkat. Dari paparan Ketua Tim Verifikasi Kota Sehat dari Kemenkes, Trisno Subarkah, pada 2015 lalu, jumlah Kabupaten/Kota yang mengikuti verifikasi sebagai Kota Sehat berjumlah 140. Sedangkan tahun ini, meningkat menjadi 173 Kabupaten/Kota di Indonesia.“Mudah-mudahan setelah diverifikasi dan mendapatkan penghargaan Swasti Saba Wistara, kota/kabupaten tersebut bisa mempertahankan. Dan yang lainnya berusaha untuk mendapatkan penghargaan itu juga,” ujar Trisno, Selasa (12/12).Kabupaten/Kota Sehat yang masuk nominasi kategori Swastisaba Wistara yaitu Pemerintah Provinsi DKI Jakarta (Kota Jakarta Pusat, KotaJakarta Selatan), Provinsi Jawa Barat (Kota Cimahi, Kabupaten Cirebon, Kota Sukabumi), Provinsi Jawa Timur (Kota Kediri, Kabupaten Lumajang, Kabupaten Tulungagung, Kota Malang, Kota Probolinggo), Provinsi DaerahIstimewa Yogyakarta (Kabupaten Gunungkidul, Kota Yogyakarta), ProvinsiJawa Tengah (Kota Salatiga), Provinsi Kalimantan Selatan (Kota Banjar Baru), dan Provinsi Kalimantan Timur (Kota Bontang).

Komentar