Tahun Depan, Gula Impor Masih Jadi Andalan

Desember 15, 2017
Belum ada gambar

FAJAR.CO.ID – Konsumsi gula mentah untuk kebutuhan industri diprediksi meningkat pada 2018, yakni mencapai 3,6 juta ton.Proyeksi itu lebih tinggi enam persen ketimbang konsumsi gula mentah kebutuhan industri tahun 2017 sebesar 3,4 juta ton.Dirjen Industri Agro Kementerian Perindustrian, Panggah Susanto, mengatakan, proyeksi pertumbuhan konsumsi berada di bawah proyeksi pertumbuhan industri makanan minuman sebesar 7 sampai 8 persen.“Kita tidak mengambil angka yang terlalu agresif. Pemerintah mengindikasikan pertumbuhan konsumsinya sekitar 5 sampai 6 persen,” ujarnya dikutip Indopos (Jawa Pos Grup), Kamis (14/12/2017).Kebutuhan gula nasional sepanjang 2016 mencapai 5,7 juta ton. Sebanyak 2,9 juta ton di antaranya merupakan kebutuhan industri. Sisanya, sebanyak 2,8 juta ton merupakan konsumsi masyarakat.Produksi gula pada 2016 lalu hanya mencapai 2,2 juta ton. Sebanyak 1,2 juta ton di antaranya merupakan hasil produksi perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Sedangkan, sisanya sebanyak 999.600 ton merupakan produksi swasta.Pada tahun ini, produsen BUMN ditarget memproduksi sebanyak 1,6 juta ton gula. Selisih permintaan dengan realisasi produksi sebesar 4,2 juta ton pada tahun lalu itu terpenuhi dengan cara impor. Tahun ini, selisih tersebut diperkirakan semakin melebar lantaran realisasi produksi tak sesuai harapan.“Dari indikasinya, produksi tahun ini jauh lebih rendah dari tahun lalu,” tegasnya.Sementara itu, Asisten Deputi Bidang Perkebunan dan Hortikultura Kemenko Perekonomian Willystra Danny memproyeksikan kebutuhan gula konsumsi dan industri mencapai 6,8 juta ton pada 2020.“Kebutuhan terus meningkat, tapi produksinya terus menurun. Gap yang semakin melebar itu menjadi alasan mengapa impor raw sugar terus meningkat,” jelas Willy.Menurutnya, produksi gula domestik terus menurun dalam lima tahun terakhir. Produksi gula perusahaan BUMN dan swasta sempat mencapai 2,59 juta ton. Angka itu terus menyusut hingga hanya sebesar 2,21 juta ton pada 2016 lalu.

Komentar

VIDEO TERKINI