Lestarikan Hutan, Perhutani Gandeng Pariwisata

Desember 11, 2017
Belum ada gambar

Selain diajarkan cara menanam bibit pohon, anak-anak SD perwakilan dari sekolah-sekolah terdekat juga dicekoki pengetahuan tentang kelestarian lingkungan hidup, terutama arti pentingnya fungsi hutan itu sendiri. Hingga saat ini, Perhutani masih melakukan pendataan di lokasi hutan yang tercatat lahan kosong tidak tertanami.“Ditambah lagi dengan penanaman swadaya yang dilakukan warga di masing masing wilayah. Penanaman pohon tahun ini sudah melampaui target,” tambah Denaldy.Selain menggandeng banyak pihak untuk kelestarian, Perhutani juga tengah menggenjot upaya mensinergikan perhutanan dengan pariwisata. Belum lama ini, Perhutani meluncurkan brand baru pengelolaan wisata alam Perhutani bertajuk Canopy di Kawah Putih, Ciwidey. Dia mengatakan, Canopy merupakan identitas yang akan menaungi beragam karakter wisata alam Perhutani.“Banyak lahan wisata Perhutani, kita memiliki sekitar 200-an objek wisata, sedangkan yang rintisan ada sekitar 400-an di Pulau Jawa, saya ingin membangun sesuatu yang berkesan dan menarik minat wisatawan, untuk mencapai itu kami punya beberapa persyaratan,” ujar Denaldy.Denaldy mengatakan, ada 127 standar yang terdiri dari unsur pelayanan, inovasi, dan pengelolaan yang mesti dipenuhi sehingga bisa dijadikan standar Canopy. Ia pun mendorong agar setiap pengelola objek wisata di wilayah Perhutani, bisa memunculkan inovasi.“Setiap daerah punya karakteristik, inovasi tersebut pastinya jangan merusak alam, karena yang kita tonjolkan itu wisata alamnya,” cetusnya.Menteri Pariwisata Arief Yahya berpendapat jika alam semakin dilestarikan akan semakin mensejahterakan. Dibandingkan industri lain, lanjutnya, pariwisata paling ramah lingkungan dan mensejahterakan.“Kontribusi wisata berbasis hutan secara garis besar seperti taman wisata alam dan taman nasional total kontribusinya terhadap pariwisata 5 persen disarankan dinaikan jadi 10 persen,” ujar Menpar Arief Yahya.Saat ini jumlah pengunjung dari wisatawan domestik ke pariwisata berbasis kawasan hutan per tahunnya mencapai 4 juta orang dan mancanegara 300.000. Wisata ini ditantang di tahun 2019 bisa menarik wisatawan mancanegara hingga 2 juta orang.

Komentar

VIDEO TERKINI