Kalau Mau Berbinis Tunjukan Showroomnya, Jangan Dapur, Itu Bahaya!

Desember 7, 2017

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Dalam berbisnis harus ada strategi jitu agar produk yang dihasilkan bernilai tinggi dan disukai banyak orang. Yang pent­ing lagi, jangan sampai orang luar lihat ‘dapur’ kita, bisa bahaya.Hal itu disampaikan Asisten Deputi Pengembangan Segmen Pasar Bisnis dan Pemerintah Kementerian Pariwisata, Tazbir, saat memberikan kata sambutan di workshop bertema Pengem­bangan Kreativitas Perempuan Dalam Bisnis Pariwisata di Hotel Bumi Wiyata Depok, kemarin. “Berbisnis memang harus pakai strategi. Kalau mau lihat produk, lihat saja di showroom, nggak boleh lihat dapur kita,” kata dia.Menurut Tazbir, wanita adalah aset nasional dalam hal kreativi­tas. Besarnya produk tekstil berupa kerajinan tangan seperti tenun, batik, lurik, 95 persen pekerjanya adalah wanita. Den­gan demikian, sudah betul kalau wanita dibilang pahlawan.Dia mencontohkan wanita yang memiliki kreativitas di sentral-sentral kerajinan tenun di NTT dan Pulau Jawa. Mereka tak kenal lelah mengerjakan kerajinan tangan dengan segala kesederhanaannya yang kemu­dian bisa diekspor.Tidak bisa dipungkiri, wanita punya keterampilan, kemampuan sebagai salah satu kekuatan dalam hal pekerjaan tangan. Itu sebetul­nya harta karun Indonesia kar­ena ketrampilannya itu bisa turun menurun beberapa generasi. “Jadi kalau ada pembeli dari Malaysia, bilang ke mereka hanya boleh lihat di showroom nggak boleh lihat dapur kita,” ujarnya.Ketua Dewan Pembina Komu­nitas Perempuan Kreatif (Kom­pak) Dewi Arimbi Soeharto Alamsjah mengatakan, kreativi­tas m emang banyak dilakukan oleh kaum wanita. Dari mu­lai hal-hal sederhana dan pada dasarnya manusia itu kreatif.Jika dikaitkan dengan bisnis pariwisata, menurut dia, kontek­snya sangat luas. Di Indonesia, ada sumber daya alam dan budaya yang sangat banyak, begitu ditam­bah dengan kreativitas wanitanya, tentu akan makin melejit. Tujuan­nya seperti itu. “Kita pikirkan bagaimana caranya. Jadi kita buat bertahap, ada workshop kerajinan tangan yang dibuat untuk mema­jukan kreativitas dalam kehidu­pan yang juga bisa mendukung pariwisata Indonesia,” jelasnya.

Komentar