Sebagai Dirut Pertamina, Massa Manik Gagal Lakukan Efisiensi

Desember 1, 2017
Belum ada gambar

Terpisah, Direktur Eksekutif Center of Energy and Resources Indonesia (CERI) Yusri Usman menambahkan, pemerintah juga mesti mengvaluasi pembelian minyak mentah dan BBM via Integrated Supply Chain (ISC) apakah masih didominasi oleh trader atau NOC.“Apakah publik tahu berapa indeks BPP (biaya pokok produksi) kilang Pertamina? Jangan selalu pakai tameng seolah-olah akan dicaplok asing tetapi faktor inefisiensi diabaikan terus yang diduga menjadi sumber pendapatan sampingan oknum-oknum,” ungkap dia.Langkah lain yang semestinya dilakukan Massa Manik adalah memerintahkan ISC untuk menghentikan ‘joint blending’ dengan perusahaan bernama Travigura sebanyak satu juta barel per bulan untuk produk premium Ron 88.“Ini bisa menghemat USD 2 dikalikan satu juta barel, atau USD 2 juta per bulan. Selain itu, ISC harus berhubungan langsung dengan NOC (national oil company) bukan dengan banyak trader.Keterangan Yusri, memproduksi pertalite beroktan 90 saja sudah bisa dilakukan Pertamina di TBBM (Terminal Bahan Bakar Minyak) lalu mengapa Pertamina harus selalu melakukan aktifitas ‘joint blending’ dengan Travigura hanya untuk membuat premium Ron 88. (Aiy/Fajar) 

Komentar

VIDEO TERKINI