Bermodal Materi dari Internet, 3 Pelajar Raih 11 Medali Debat Tingkat Dunia

FAJAR.CO.ID – Tiga pelajar Indonesia: Madeleine Sagita (11), Amelia Tahniawati (11), dan Rafi Rahman (10), sukses membuktikan diri di tingkat internasional.

Tiga pelajar SD Global Sevilla Pulomas ini sukses menggondol 11 medali dalam ajang kompetisi dunia World Scholar’s Cup (WSC) 2017 di Universitas Yale, Amerika Serikat.

Madeleine meraih satu emas dan empat perak. Sedangkan Amelia dan Rafi masing-masing tiga perak. Ketiganya bisa bersaing dengan peserta dari 50 negara yang usianya jauh di atas mereka.

“Saat kompetisi kami peserta paling kecil. Saya 10 tahun, dua teman saya 11 tahun. Sedangkan negara lain di atas 14 tahun,” kata Rafi yang ditemui di Jakarta, Rabu (29/11).

Rafi yang baru kali pertama ikut lomba debat di Amerika Serikat ini mengaku tidak gentar. Sedangkan Madeleine dan Amelia yang sudah ikut kompetisi debat di Vietnam dan Afrika ini lebih siap saat tanding di Amerika walaupun menghadapi tim India yang dirasakan paling tangguh.

“Ada beberapa tema yang harus kami debatkan di antaranya mitos, legenda konspirasi, metologi modern, project ambisius. Nah tim India pandangannya lebih keras. Selain itu usia mereka jauh lebih tua,” tutur Madeleine yang bercita-cita jadi lawyer.

Hebatnya, ketiga peserta termuda ini saat menyiapkan materi debat mencari sendiri di internet. Guru hanya memberikan kisi-kisi dan kemudian dikembangkan Rafi, Madeleine, dan Amelia.

“Memang benar, anak-anak yang mengembangkan materinya. Mereka membaca dan mencari materinya di internet. Di luar ekspektasi kami, ketiga siswa kami sukses memboyong 11 medali di Yale,” terang Olivia Matis Santoso, guru pendamping.

Dia menyebutkan, pihaknya sejak dini sudah mengajarkan siswanya ikut ajang kompetisi debat. Bahkan anak-anak sejak kelas IV SD sudah diikutkan lomba agar siap menghadapi kompetisi dunia baik jenjang junior dan senior. (esy/jpnn/fajar)

 

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : hamka